(Sikap Kami) Solusi Penyandang Disabilitas

(Sikap Kami) Solusi Penyandang Disabilitas
TERUSIR: Puluhan penyandang disabilitas mendirikan tenda di trotoar jalan di depan Gedung BRSPDSN Wyata Guna, Jalan Pajajaran, Kota Bandung, Rabu (15/1/2020). Mereka berunjuk rasa menyusul penerapan Undang Undang baru Permensos Nomor 18 Tahun 2018. (Syamsuddin Nasoetion)

PERSOALAN penyandang disabilitas yang sedang ramai jadi pembicaraan harus menemukan jalan keluar terbaik.Di sinilah janji pemerintah, yang tiap lima tahun sekali mengeluarkan janji memedulikan kaum penyandang disabilitas harus diwujudkan.

Begitulah pandangan kita terkait protes yang dilakukan penyandang disabilitas terhadap pemerintah. Mereka yang protes adalah penyandang disabilitas netra, alumni Panti Sosial Bina Netra Wyata Guna Bandung.

Persoalan ini mencuat karena penolakan terminasi manfaat Balai Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Sensorik Netra Wyata Guna. Mereka, para penyandang disabilitas, menolak dipindah ke Panti Sosial milik Dinas Sosial Jawa Barat di Cibabat, Cimahi.

Buat kita, ini persoalan serius yang harus ditangani. Mencarikan jalan keluar yang terbaik bagi semua pihak, dengan dasar utama memberi kesempatan dan peluang bagi penyandang disabilitas.

Apa yang dilakukan Pemprov Jabar, menawarkan pindah ke Cibabat, sebenarnya termasuk salah satu solusi menang-menang bagi beragam pihak. Apalagi, Pemprov Jabar juga tak lepas tangan begitu saja. Pemprov pun siap melanjutkan program vokasi bagi mereka.

Dalam pandangan kita, ini langkah untuk mewujudkan janji-janji politik pemimpin Jawa Barat, memberi ruang setara bagi penyandang disabilitas. Ini langkah yang baik. Terutama menunjukkan kepedulian yang sama pada setiap warga.

Sepatutnya, langkah-langkah penyelamatan pertama ini harus disambut oleh semua pihak. Bahwa kemudian ada langkah-langkah berikutnya yang harus diambil, itu hendaknya menjadi bagian yang dipikirkan di masa mendatang.

Ibarat sebuah persoalan, harus ada langkah awal untuk penyelamatan. Ini hemat kita yang pokok harus dilakukan. Kita juga meminta penyandang disabilitas juga harus mengapresiasi langkah penyelamatan yang dilakukan Pemprov Jabar.

Kita berharap semua pihak harus sama-sama membuka diri, membuka hati, agar persoalan yang menyentuh nurani ini bisa terselesaikan. Tidak bisa setiap pihak muncul dengan ego masing-masing yang nantinya hanya akan memperpanjang persoalan. Harus dituntaskan dengan sama-sama menggunakan rasa empati terhadap siapapun, terhadap penyandang disabilitas, juga terhadap pemerintah. (*)