Mengeluh karena Kurang Rida

Mengeluh karena Kurang Rida
Ilustrasi/Net

Saudaraku, orang yang mudah berkeluh kesah itu menandakan kurang rida terhadap takdir Allah. Padahal takdir Allah adalah hal yang mesti kita imani. Tidak rida kepada takdir Allah, menandakan rasa tidak yakin bahwa Allah Maha Kuasa, Allah Maha Tahu, dan Allah Maha Penyayang lagi Maha Pengasih. Apa yang Allah takdirkan terjadi pasti mengandung kebaikan. Nah, orang yang berkeluh kesah tidak meyakini hal ini, atau belum terampil untuk memiliki keyakinan yang istiqamah kepada Allah. 

Rasulullah saw bersabda, “Tidak beriman salah seorang di antara kalian sampai dia beriman pada qadar baik dan buruk dari Allah, dan sampai yakin bahwa apa yang menimpanya tidak akan luput darinya, serta apa yang luput darinya tidak akan menimpanya.” (HR. Tirmidzi)

Tidak setiap yang diinginkan pasti terjadi sesuai dengan keinginan kita. Bahkan, jika kita tafakuri ternyata dalam hidup ini, lebih banyak kejadian yang berlangsung diluar kendali kita. Lebih banyak kejadian yang terjadi tanpa disadari, padahal kejadian itu sangat besar pengaruhnya dalam hidup kita. Mari kita renungkan, apakah kita setiap hari selalu memperhatikan bagaimana paru-paru bekerja tanpa henti memompa udara, jantung berdegup memompa darah ke seluruh tubuh kita, mata berkedip dengan sangat sering setiap hari tanpa sempat kita menghitungnya. 

Itu baru beberapa hal yang berkaitan dengan tubuh kita. Belum ditambah dengan berbagai kejadian alam yang setiap saat berlangsung dan luput dari perhatian. Ketersediaan oksigen yang melimpah ruah menjamin hidup kita, sinar matahari yang teratur menyinari kita setiap hari, sehingga membuat bumi yang dipijak ini tidak terlalu panas atau terlalu dingin. Gravitasi pun terjadi secara proporsional, sehingga saat kita melangkahkan kaki tidak jatuh terlalu cepat juga tidak terlalu lambat. Masya Allah, betapa sempurnanya ciptaan Allah. 

Setiap makhluk dan kejadian seluruhnya ada dalam kekuasaan Allah SWT. Jika Allah menghendaki sesuatu terjadi maka terjadilah, tanpa ada seorang pun atau sesuatu apapun yang bisa menahannya. Dan, jika Allah tidak mengehendaki sesuatu terjadi maka pasti tidak akan terjadi. Sedangkan Allah mustahil zalim terhadap makhluk-Nya. Orang yang mudah sekali berkeluh kesah atas hidup ini menandakan ia kurang rida pada kekuasaan Allah, kepada qada dan qadar Allah. 

Salah satu sebab kita tidak bahagia dalam hidup adalah karena ketidaksiapan menghadapi kenyataan. Kita siap menghadapi kenyataan yang sesuai dengan keinginan. Tapi, belum tentu siap menghadapi kenyataan yang tidak sesuai dengan keinginan. Padahal tidak mungkin setiap keinginan kita terpenuhi. Apa jadinya jika setiap orang ingin jadi presiden dan semuanya terkabulkan, tentu kacau hidup ini. 

Allah SWT telah mengingatkan bahwa tidak setiap keinginan itu baik untuk kita. Karena keinginan kita lebih banyak didorong oleh hawa nafsu. Sedangkan Allah Maha Mengetahui apa yang terbaik bagi setiap makhluk-Nya. Dan, Allah juga Maha Mengetahui setiap kebutuhan makhluk-Nya.

Allah berfirman, “..Dan boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.” (QS. al-Baqarah [2]: 216)

Daripada berkeluh kesah, jauh lebih nyaman jika kita membiasakan diri berzikir menyebut nama Allah setiap kali menghadapi kenyataan, baik itu yang sesuai dengan harapan maupun yang tidak. Sembari terus-menerus memperbaiki diri. (KH Abdullah Gymnastiar)