Warga Tolak Reaktivasi Jalur KA Cibatu-Cikajang

Warga Tolak Reaktivasi Jalur KA Cibatu-Cikajang

 

INILAH, Garut-Warga yang tergabung dalam Paguyuban Warga Masyarakat Bantaran Rel (PWMBR) Garut menyatakan tetap menolak reaktivasi jalur KA Cibatu-Cikajang.
Mereka menilai reaktivasi KA Cibatu-Cikajang tak lebih merupakan kepentingan bisnis investor asing mengatasnamakan pembangunan, dan pariwisata yang justeru belum tentu berdampak baik terhadap masyarakat melainkan penggusuran rakyat kecil.

Terlebih perencanaan program reaktivasi KA tersebut dinilai tak pernah melibatkan masyarakat terdampak. Warga juga menagih janji Bupati Garut Rudy Gunawan yang akan mempertemukan langsung warga dengan Gubernur Jabar berkaitan dampak, dan solusi program reaktivasi KA Cibatu-Cikajang.

Alih-alih mengupayakan tukar guling tanah PT KAI yang terlanjur dihuni warga dengan tanah lain difasilitasi Pemkab Garut seperti dijanjikan Bupati Rudy pada warga ketika cuti masa kampanye Pilkada Serentak 2018.

"Kita tetap menolak reaktivasi. Bupati janji mau mempertemukan kita dengan Gubernur. Tapi... sampai sekarang belum jelas," kata Ketua PWMBR Garut Dindin Jaelani didampingi Sekretaris Alimudin, Ahad (6/1/2019).

Program reaktivasi KA sendiri sudah dimulai dengan dilakukannya pembebasan lahan dari bangunan, dan permukiman penduduk mulai dari Cibatu pada Desember 2018. Hal itu sebagai bagian dari pelaksanaan reaktivasi KA Cibatu-Cikajang tahap pertama pada jalur Cibatu-Garut Kota.

Namun begitu, Alimudin menyebutkan, pihaknya bisa saja reaktivasi KA Cibatu-Cikajang berlanjut kalau pemerintah sanggup menyediakan hunian yang laik bagi warga bantaran rel yang tergusur program tersebut.

Hal itu sesuai ketentuan Pasal 28 H ayat (1) UUD Negara RI 1945 yang menjamin setiap orang berhak hidup sejahtera lahir bathin, bertempat tinggal, dan mendapatkan lingkungan hidup yang baik, dan sehat.

"Kami berharap Allah Subhaanahu Wa Ta'aala meridlai dan mengabulkan perjuangan ini. Sehingga seluruh Pemangku Kebijakan empati, dan peduli pada Warga Masyarakat Bantaran Rel yang akan tergusur atas nama Pariwisata dan Pembangunan ini," ujar Alimudin.