Retakan Tanah Terjadi di Lokasi SPAM Gambung di Desa Mekarsari

Retakan Tanah Terjadi di Lokasi SPAM Gambung di Desa Mekarsari
Foto: Dani R Nugraha

INILAH, Bandung - Pergerakan tanah terjadi di Kampung Cangkuang, Desa Mekarsari, Pasirjambu, Kabupaten Bandung. Tepatnya, di tebing yang berada di lokasi Bendungan Air Baku Sistem Pengelolaan Air Minum (SPAM) Gambung. Pergerakan tanah itu menyebabkan retakan tanah sepanjang sekitar dua meter yang baru diketahui, Kamis (16/1/2020) kemarin.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung telah melakukan pengecekan retakan tanah tersebut. Hasilnya, retakan tanah tersebut berada jauh dari pemukiman warga. Sehingga, retakan tanah tersebut dipastikan aman dan tidak mengancam keselataman warga.

"Lokasi retakannya ada di tebing yang berada di atas Bendungan Air Baku SPAM Gambung. Lokasi ini jauh dari pemukiman warga," kata personel BPBD Kabupaten Bandung Ecep Kusnadi, Jumat (17/1/2020).

Meski jauh dari pemukiman warga dan dinilai tidak membahayakan warga, kata dia, pihak Desa Mekarsari meminta PDAM Tirta Raharja selaku penerima manfaat Bendungan Air Baku Gambung untuk melakukan upaya meminimalisir terjadinya longsor yang lebih besar.

Dia mengaku, hal yang lebih ditakutkan warga jika longsor itu terjadi dan menutup aliran sungai saat hujan deras mengguyur kawasan itu bisa menyebabkan banjir bandang bercampur lumpur.

"Pihak desa meminta agar PDAM memasang paku bumi di bantaran sungai Ranca Cangkuang dan menanami pohon berakar kuat yang bisa mengikat tanah," katanya.

Sementara itu, Kepala Desa Mekarsari Feri Januar Pribadi berharap agar secepatnya dilakukan pembangunan tembok penahan tanah (TPT) sebagai antisipasi agar tidak terjadi longsor. (Dani R Nugraha)