2020, DPMD Jabar Godog Program Kampung Caang dan Tugu Batas Desa

2020, DPMD Jabar Godog Program Kampung Caang dan Tugu Batas Desa

INILAH, Bandung - Sejumlah program digulirkan Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Jabar tahun lalu. Sebut saja seperti pembangunan jembatan gantung (Jantung) desa, mobil multifungsi Maskara, one village one company (OVOC), hingga Patriot Desa.

Kepala DPMD Jabar Dedi Sopandi mengatakan, pada 2020 ini pihaknya tetap akan mengakselerasi sejumlah program tersebut. Namun sedikitnya ada dua program anyar yang saat ini sedang terus digodog.

"Tahun ini ada program Kampung Caang. Jadi Kampung Caang yang di kita beda dengan yang ada di Dinas ESDM," ujar Dedi, Jumat (17/1/2019). 

Dia mencotohkan, pihaknya akan bergerak bilamana dalam satu kampung terdapat satu atau dua rumah yang belum dapat mengakses listrik dari Perusahaan Listrik Negara (PLN). Hal ini berbeda dengan yang dilakukan Dinas ESDM di mana cakupannya lebih besar, yaitu untuk mengalirkan listrik pada satu kampung atau desa. 

"Bagi kita Kampung Caang ini untuk menyelesaikan rumah-rumah terpencil yang di setiap rumah itu belum tersedia listrik," jelasnya.

Dedi mengatakan, untuk tahun ini pihaknya menargetkan ketersediaan listrik untuk 500 titik rumah di Jabar. Berdasarkan kabar, menurut dia, terdapat 16 ribu rumah di Jabar yang belum teraliri listrik. 

Hingga saat ini, dia mengaku pihaknya sedang terus melakukan pendataan. Dia berharap program Kampung Caang ini dapat terealisasi dengan optimal. 

"Nah, 16 ribu di mana saja kita kan belum tahu nih. Kita dari mulai Desember lalu mendata rumah-rumah yang akan masuk program ini," ungkapnya. 

Untuk anggaran, Dedi mengaku, pihaknya akan menaksir hanya membutuhkan sekitar Rp4 juta untuk memfasilitasi rumah agar dapat teraliri listrik. Angka tersebut cenderung lebih ekonomis disandingkan jika harus melakukan pemasangan tiang listrik oleh  PLN namun hanya untuk mengaliri satu atau dua rumah saja. 

"Karena biaya masang tiang itu lebih tinggi daripada pemasangan listriknya," kata dia.

Karena itu, pihanya akan mencari inovasi yang paling pas untuk mengalirkan listrik ke rumah warga yang hingga saat ini belum dapat mengakses penerangan lampu tersebut. Bisa saja menggunakan accu atau aki mobil sebagai baterai untuk menerangkan sekitar lima titik lampu di rumah tersebut. 

Dengan energi accu itu, maka bisa menerangi ruang tamu, ruang tengah, kamar tidur, kamar mandi hingga teras rumah selama satu bulan. 

"Nah nanti kita tinggal mencoba kolaborasi dengan desa untuk menyediakan genset untuk menyetrum aki itu," ucapnya. 

Adapun program unggulan lainnya di 2020 ini, yaitu Tugu Batas Desa. Program ini berbeda dengan tugu batas provinsi yang saat ini sudah berdiri di setiap jalan raya perbatasan dan bersifat monumental. 

"Kalau ini Tugu Batas Desa kita yang berbatasan dengan provinsi sebelah. Nah ini masuk ke desa-desa sebagai ciri Jawa barat," pungkasnya. (Rianto Nurdiansyah)