Komunitas Ini Mewadahi Berbagai Kegiatan Literasi 

Komunitas Ini Mewadahi Berbagai Kegiatan Literasi 
Foto: Okky Adiana

INILAH, Bandung - Sejumlah mahasiswa dari beberapa kampus seperti Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Universitas Pasundan (Unpas), Universitas Komputer (Unikom), dan para pemuda mengikuti kegiatan Ngobrol Opini (Ngopiid) di Mesjid Al-Muqoddimah Jalan Sersan Surip RT 05 RW 04 Kelurahan Ledeng, Kota Bandung, Jumat (17/1/2020).

Ngopiid merupakan sebuah komunitas untuk mewadahi berbagai kegiatan literasi. Komunitas ini mewadahi mahasiswa dan masyarakat umum yang memiliki minat dengan literasi dan diskusi berkaitan opini aktual. Komunitas ini terbentuk secara alami, sebagai konsekuensi dari kesamaan perasaan para anggotanya yang 'resah' akan kondisi masyarakat di era post truth.

Kegiatan yang dilakukan antara lain, Ngopdar yang dilaksanakan setiap pekan pada Rabu malam pukul 20.00-22.00, Pustaka Jalanan, agenda bulanan dimana bentuk kegiatan ini yaitu dengan membuka perpustakaan di daerah car free day (CFD) atau tempat lainnya untuk menarik minat mahasiswa atau masyarakat dalam membaca dan rencana ke depan, akan ditambahakan kegiatan yang bersifat jurnalistik.

"Tujuan dari komunitas ini adalah mewadahi aspirasi kritis mahasiswa dan masyarakat sekaligus menjadi tempat untuk saling bertukar pikiran. Komunitas ini juga ditujukan untuk meningkatkan kemampuan berpikir secara kritis," ucap Lukman.

Dia mengatakan, komunitas Ngopiid diikuti oleh berbagai kalangan masyarakat, terutama mahasiswa mengingat sering mengadakan kegiatan di sekitar kampus UPI. Dengan mengikuti agenda-agenda komunitas ini peserta akan mendapatkan kemampuan dalam menganalisis opini-opini serta berbagai situasi politik aktual di masyarakat, diharapkan memiliki kemampuan menulis artikel, memahami perulatan pemikiran yang terjadi dalam masyarakat dan yg terpenting memiliki cara berpikir yang kritis.

"Kendala yang dihadapi, sejauh ini lebih terpusat pada peningkatan kemampuan yang tidak secara instan sehingga membutuhkan komitmen yang kuat untuk terus melakukan inovasi dan peningkatan pelayanan kepada anggota komunitas ataupun peserta kegiatan. Selain itu, latar belakang peserta yg berbeda menjadi tantangan sekaligus keunikan tersendiri bagi kami. Karena untuk meningkatkan literasi misalnya, ada proses dimana peserta komunitas harus menuliskan gagasan, sering kali pada bagian ini hal itu agak sulit dikembangkan dikarenakan aktivitas teman2 yg sering kali tidak selalu inheren dengan kegiatan komunitas." ucapnya.

Dia berharap, dengan adanya komunitas ini mampu memberikan kontribusi bagi kemajuan literasi di Indonesia dan meningkatkan kemampuan berpikir kritis. (Okky Adiana)