Robert Alberts Bandingkan Sepak Bola Indonesia dan Malaysia

Robert Alberts Bandingkan Sepak Bola Indonesia dan Malaysia
Pelatih Persib Bandung Robert Alberts. (muhammad ginanjar)

INILAH, Kuala Lumpur - Pelatih Persib Bandung, Robert Rene Alberts bicara soal sepak bola Indonesia dan Malaysia. Menurutnya, banyak perbedaan dari kedua negara ini.

Pelatih asal Belanda ini mengatakan bahwa perbedaan itu bisa dilihat di berbagai aspek, seperti dari mentalitas, organisasi, hingga infrastruktur.

"Mereka (Malaysia) sudah memulai pramusim dan mereka sudah tahu kapan Liga akan dimulai. Sedangkan kami (Indonesia) belum tahu kapan liga akan dimulai," kata Robert di Kuala Lumpur, Malaysia.

Padahal kata Robert, jadwal liga sangat penting bagi tim. Alasannya hanya agar masa persiapan yang dilakukan berjalan dengan lancar dan tepat sasaran.

"Di sepak bola profesional kami harus tahu kapan liga digelar supaya pelatih tahu apa yang harus dilakukan, berapa pekan waktu yang dimiliki untuk persiapan, dan saat ini kami belum tahu itu," sesalnya.

Bahkan kata Robert, kondisi ini sudah menjadi sebuah kebiasaan di Indonesia karena terjadi di setiap musimnya. "Itu yang menjadi perbedaan besar, kami melakukan persiapan untuk sesuatu tapi belum benar-benar tahu kapan itu akan dimulai," sesalnya lagi.

Meski demikian, lanjutnya, Indonesia memiliki suporter fanatik lebih besar ketimbang Malaysia. Bahkan mayoritas stadion di Indonesia selalu dipenuhi penonton.

"Itu yang saya suka dari Indonesia. Fans selalu mengenakan jersey klub kebanggaan mereka. Saya jarang melihat fans mengenakan jersey Barcelona, Chelsea, di Bandung saya melihat mereka memakai jersey Persib, di Malang dan Makassar juga begitu. Mereka menjunjung tinggi klub mereka dan itu sudah menjadi budaya, mereka melakukan apapun untuk bisa mendukung klubnya," katanya.

Selain itu, Robert juga mengatakan Indonesia memiliki stadion di setiap kotanya, bahkan di desa kecil sekalipun. Bahkan, mayoritas stadion itu masuk dalam standar liga. "Di Malaysia, masih terbatas klub dan stadionnya. Itu perbedaan besar," bebernya.

Akan tetapi, Robert menilai Malaysia sudah memiliki organisasi sepak bola yang bagus. Sedangkan Indonesia masih dalam proses membangun.

"Tapi jika saja mereka (Indonesia) mampu melakukannya, saya rasa Indonesia bisa menjadi raksasa sepak bola. Ada banyak talenta dari klub-klub yang ada, dengan gairah yang besar pada sepak bola. Jika saja infrastruktur bisa dibenahi, saya rasa Indonesia bisa bangkit. Terpenting adalah bagaimana membenahi infrastruktur dan organisasinya," pungkasnya. (muhammad ginanjar)