Fortusis Desak Bupati Dadang M Naser Behentikan Kadisdik Juhana

Fortusis Desak Bupati Dadang M Naser Behentikan Kadisdik Juhana

INILAH,Bandung- Forum Orang Tua Siswa (Fortusis) Kabupaten Bandung, mendesak Bupati Bandung Dadang M Naser untuk mencopot Kepala Dinas Pendidikan Juhana. Selama Juhana menjabat sebagai Kadisdik tiga orang bawahannya tersandung masalah hukum dan berujung dibalik jeruji besi.

Ketua Fortusis Kabupaten Bandung Nurdin Sobari Soleh mengatakan, selama Juhana menjabat Kadisdik terdapat tiga kasus besar yang melibatkan pejabat bawahannya. Pertama, kasus penggelapan pajak hingga negara mengalami kerugian sekitar Rp7 miliar yang dilakukan oleh Bendahara Pengeluaran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Bandung bernama Didin Samsudin pada 2014 lalu, dan Dia dihukum penjara selama 9 tahun.

Kedua, kasus yang korupsi anggaran pengadaan buku sejarah Kabupaten Bandung senilai kurang lebih Rp 10, 4 miliar pada 2015 yang menjadikan Dedi Sutardi mantan Kepala Bidang Kepurbakalaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan sebagai tersangka tunggal dan divonis bersalah oleh pengadilan dan harus menjalani hukuman penjara selama kurang lebih lima tahun pada 2018 lalu.

Ketiga, adalah kasus yang menimpa Kepala Bidang SMP, Maman Sudrajat yang terlibat kasus pungli terhadap tujuh orang Kepala Sekolah (Kepsek) penerima Dana Alokasi Khusus (DAK) 2019, senilai Rp54 juta pada awal 2020. Maman diciduk aparat Tim Saber Pungli Jabar, usai menerima uang sebesar Rp54 juta yang disimpan di mobilnya dalam sebuah kantong keresek hitam berisi makanan ringan.

"Kalau memang benar Bupati Bandung Pak Dadang M Naser punya komitmen terhadap pemberantasan korupsi dia harus berani memberhentikan Kadisdik Juhana. Karena meskipun ketiga kasus itu tidak menyeret Juhana tapi sebagai atasan terbukti gagal melakukan pembinaan dan pengawasan yang baik pada bawahannya," kata Nurdin di Soreang, Minggu (19/1/2020).

Selain memberhentikan Juhana dari jabatannya, Nurdin juga meminta pihak Disdik dan Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Bandung, memberhentikan keenam Kepsek yang terlibat dalam pusaran kasus Pungli yang melibatkan Maman Sudrajat tersebut.

"Seharusnya dalam kasus ini pelaku penerima pungli dan pemberinya harus sama sama dijatuhi hukuman pidana. Tapi kalau saya enggak salah dengar ketujuh Kepsek itu cuma jadi saksi saja. Nah meskipun saksi yah lebih baik mereka itu diberhentikan dulu dari jabatannya, supaya fokus menjalani pemeriksaan sebagai saksi. Kalau tetap menjabat kan repot, harus bulak balik ke Polda disela pekerjaannya sebagai Kepsek," ujarnya.

Nurdin juga memberikan dukungan pada jajaran Dirkrimsus Polda Jabar untuk mengusut tuntas hingga semua orang yang terlibat diciduk. Jangan sampai, kasus pungli ini hanya berhenti pada seorang tersangka tunggal yang dijadikan kambing hitam.

"Sebagai masyarakat tentunya kami sangat berterima kasih atas pengungkapan kasus pungli oleh Tim Saber Pungli Jabar dan Dirkrimsus Polda Jabar itu. Dan kami juga memberikan dukungan pada Polda Jabar agar mengusut tuntas kasus ini, jangan seperti yang sudah sudah berhenti di satu nama orang saja," katanya.

Seperti diketahui,  Kepala Bidang (Kabid) SMP Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bandung Maman Sudrajat bersama tiga kepala sekolah SMP di Kabupaten Bandung terkena operasi tangkap tangan (OTT), diduga terkait pungutan liar (pungli). Mereka kena OTT Satgas Saber Pungli Provinsi Jabar, di SMPN 1 Pameungpeuk, Kabupaten Bandung, sekitar pukul 10.00 WIB, Jumat (3/12/20) lalu.

Ketiga kepala sekolah yang turut terjaring OTT itu antara lain Sut Kepsek SMP Bina Taruna,  AH Kepsek SMPN 2 Cileunyi, LS Kepsek SMPN 3 Rancaekek, dan TBR Kepsek SMPN 1 Pamengpeuk. Turut diamankan pula Didik selaku supir dari pelaku Maman Sudrajat.

Menurut informasi yang dihimpun dari Ketua Tim Tindak 1 Satgas Saber Pungli Kompol Warna SH,  Maman diduga melakukan pungli terhadap 7 Kepsek SMP di Kabupaten Bandung, masing-masing Kepsek dipungut uang sebesar Rp7,5 juta. Diduga uang pungutan tersebut berkaitan dengan Dana Alokasi Khusus (DAK) yang disalurkan Pemerintah Pusat untuk bantuan sekolah sekolah tersebut.

Dari hasil OTT tersebut, tim Saber Pungli mengamankan uang tunai sebesar Rp52,5 juta yang dibungkus kantong keresek hitam bercampur dengan makanan sanck. Uang tersebut diamankan dari mobil pelaku Maman. (rd dani r nugraha)