PZU Persis Salurkan Zakat Melalui Pemberdayaan Ekonomi Umat

PZU Persis Salurkan Zakat Melalui Pemberdayaan Ekonomi Umat
Foto: Dani R Nugraha

INILAH, Bandung - Dengan pengelolaan yang baik zakat diyanini bisa menyejahterakan umat. Namun, hal tersebut butuh pendampingan dan program yang berkelanjutan agar penerima zakat bisa berubah menjadi pemberi zakat. Nilai itulah yang terus dikembangkan Pusat Zakat Umat (PZU)  Persatuan Islam (Persis) sejak 2001 lalu.

Direktur Eksekutif PZU Persis Angga Nugraha mengatakan, banyak cara dalam menyalurkan zakat kepada yang berhak. Namun sebaiknya penyaluran diberikan dalam bentuk modal untuk usaha, supaya ke depan penerima zakat bisa menjadi pemberi setelah berdaya secara ekonomi. Kata dia, PZU mempunyai program Umat Mandiri yakni penyaluran dana zakat untuk kesejahteraan ekonomi masyarakat. Program ini ada dua jenis sasaran penerima manfaat, yakni pembinaan UMKM dan Kampung Bangkit.

"Penerima zakat diberi modal untuk pengembangan usaha. Kemudian dibina supaya ekonominya bisa maju dan kedepan menjadi muzaki. Ahlamdulilah para pelaku UMKM binaan PZU ini banyak yang berhasil," kata Angga di sela Muskernas PZU Persis di Soreang, Minggu (19/1/2020).

Menurutnya, pemberdayaan ekonomi masyarakat juga dilakukan PZU melalui program Kampung Bangkit. Yakni pemberdayaan kegiatan ekonomi yang dilakukan disuatu kampung secara berkelanjutan dan dilakukan dari hulu ke hilir. Pemberdayaan ekonomi yang ini mencakup bidang pertanian, peternakan, perikanan, home industri dan lainnya. Di antaranya seperti yang telah berjalan di Cikijing Kabupaten Majalengka. Yakni budidaya jamur tiram yang dikelola oleh beberapa kelompok tani penerima manfaat dari zakat yang disalurkan PZU. 

"Programnya alhamdulillah berhasil dan sekarang mereka mempunyai produk jamur tiram. Jamur tiram hasilnya juga olah menjadi produk makanan olahan. Selain di Cikijing Majalengka, kami juga ada binaan di tempat lain seperti di Bogor yang produksi susu murni kemasan. Begitu juga di Kab Bandung kami ada beberapa pelaku UMKM dan kampung binaan," ujarnya.

Selama ini, lanjut Angga, sedikitnya terdapat 300-an produk hasil dari penyaluran zakat baik melalui program bina UMKM maupun kampung bangkit.

"Atas keberhasilan tersebut kami berkomitmen tahun ini akan melanjutkan program umat mandiri," ujarnya.

Angga melanjutkan dengan pengelolaan yang baik, zakat akan mampu menyejahterakan umat. Namun tantangan yang dihdapi adalah masih adanya anggapan dari penerima zakat kalau penyaluran zakat merupkan hadiah.

"Karena dianggap hadiah, akhirnya produk mereka tidak dikelola dengan baik, pada akhirnya malah bangkrut," ujarnya. 

Sehingga dibutuhkan pemahaman dan pendampingan yang serius dari lembaga zakat.

Pada 2019 lalu PZU berhasil menyalurkan Rp54 miliar dana zakat yang dihimpun. Sekitar 10-20 persen disalurkan dalam program umat mandiri, sisanya disalurkan dalam bidang lain seperti pendidikan sampai pemberi bantuan kepada tempat bencana di dalam negeri dan juga menyalurkan bantuan ke daerah konflik luar negeri diantaranya Palestina, Suriah, Rohingya, Uyghur dan lainnya.

"Alhamdulilah amanah zakat yang kami kelola dapat tersalurkan dengan baik. Tepat sasaran dan juga memberikan manfaat bagi para penerimanya. Begitu juga dari sisi akuntabilitas, lembaga kami ini telah diaudit oleh akuntan publik dengan hasil cukup baik," ujarnya. (Dani R Nugraha)