Komisi XI DPR Minta Masukan Kasus MeMiles

Komisi XI DPR Minta Masukan Kasus MeMiles
Ketua Komisi XI DPR, Dito Ganinduto - (Foto: Istimewa)

INILAH, Jakarta - Komisi XI akan menindaklanjuti untuk kemudian memintan masukan kepada perusahaan, kepolisian, OJK, kalau perlu ke pembuat aplikasi iklan ini.

Ketua Komisi XI DPR, Dito Ganinduto menyatakan komisi yang dipimpinnya segera akan menindaklanjuti ke OJK. "Komisi XI akan menindaklanjuti ke OJK mengenai persoalan ini, karena kami baru mendapat informasi dari satu pihak," kata Dito saat menerima para member PT Kam and Kam mengadu ke DPR tentang perkembangan kasusnya di Polda Jawa Timur.

Para member ini yang sudah membeli slot iklan di MeMiles tidak terima dengan tudahan Polda Jatim sebagai investasi bodong. DPR RI akan menjembatani persoalan ini dengan memanggil semua pihak. "Pada prinsipnya kita, kan, memikirkan para member MeMiles supaya apa yang sudah mereka lakukan tidak sia-sia dan bisa berjalan lagi selama tidak melanggar UU," kata Wakil Ketua DPR, Sufmi Dasco Ahmad dalam kesempatan yang sama seperti mengutip dari dpr.go.id.

Para member tersebut menceritakan duduk perkara kasus dan menjelaskan orientasi bisnis yang digalang PT Kam and Kam dengan omset ratusan miliar rupiah. MeMiles merupakan aplikasi penyedia slot iklan bagi semua member yang bergabung.

Slot iklan tersedia dua minggu untuk produk apa saja yang ingin diiklankan oleh para member. Ada tarif tertentu untuk slot iklan yang tayang di aplikasi. Ada reward pula bagi para member pemasang iklan.

Namun, Polda Jatim keburu menciduk semua pihak yang terlibat, karena aplikasi iklan ini dianggap sebagai investasi bodong yang tidak terdaftar di kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK). "DPR RI menerima perwakilan member MeMiles yang terjadi kasus di Surabaya. Pada pokok prinsip mereka mengharapkan perlindungan dari DPR. Berharap supaya dana yang sudah mereka masukan sebagai slot iklan, reward-nya tidak hilang," kata Sufmi usai menerima perwakilan member MeMiles di Gedung Nusantara II.