Dua Bulan Lagi, Masyarakat Jabar Bisa Konsultasi Kesehatan via Aplikasi

Dua Bulan Lagi, Masyarakat Jabar Bisa Konsultasi Kesehatan via Aplikasi

INILAH, Bandung- Masyarkat Jawa Barat berkonsultasi soal kesehatan melalui aplikasi. Pemprov Jabar akan meluncurkan aplikasi bernama ADA, dalam dua bulan ke depan. 

Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Jabar Berli Hamdani Gelung Sakti mengatakan, pihaknya sedang membuat dan mengembangkan  aplikasi ADA ini.   "Insya Allah launching 2 bulan ke depan," ujar Berli, Minggu (19/1/2020).

Dia mengatakan, aplikasi ADA ini dibuat oleh programer dari luar negeri, yakni dari Inggris. Di mana  bentuknya adalah kerja sama dengan Pemprov Jabar sehingga tidak menggunakan anggaran dari APBD. 

"Bentuk pasti kerja samanya seperti apa belum tahu. Tapi, yang jelas tak pakai APBD," katanya.

Menurut Berli, aplikasi itu sendiri sesuai data base informasi yang sudah diinputkan. Yakni, ada sekitar 100.000-an kondisi penyakit. Untuk sementara, yang ada dalam aplikasi tersebut adalah penyakit yang paling sering menjadi keluhan masyarakat.

"Dan itupun terbatas sakit-sakit ringan. Kalau yang dicontohkan Pak Gubernur misalnya sakit kepala," katanya.

Dia mengatakan, nantinya masyarakat dapat mengunduh aplikasi ini secara gratis melalui gawai-nya masing-masing. Aplikasi ini pun, dibuat terinspirasi dari kunjungan Gubernur Jabar Ridwan Kamil ke luar negeri.

"Jadi terinspirasi saat beliau berkunjung ke luar negeri," katanya. 

Dia mengatakan, sejumlah negara maju dengan IT canggih telah memanfaatkan aplikasi semacam ini. Sebut saja di benua Eropa, Amerika hingga Australia. 

"Harapannya ADA ini dapat mengurangi beban fasilitas kesehatan, dan beban masyarakat sehingga tak perlu harus selalu periksa ke dokter," katanya.

Berli berharap dengan aplikasi ini bisa mendorong kemandirian masyarakat atau istilahnya “selfcare”. Karena, kalau masyarakatnya mandiri, berarti tujuan pelayanan publik sudah tercapai.

"Sebagaimana upaya kesehatan perorangan melalui metode selfcare tersebut, selalu ada pesan di penutup pemakaian aplikasi ini dengan kalimat 'jika sakit berlanjut hubungi dokter'," katanya. (riantonurdiansyah)