Cabut Adipura! Pemkot Depok Abai dengan Kebersihan

Cabut Adipura! Pemkot Depok Abai dengan Kebersihan
(Istimewa)

INILAH, Depok - Pemerintah Kota Depok dinilai kurang peduli terhadap kebersihan lingkungan. Banyak jalan-jalan di kota ini dihiasi pemandangan tumpukan kantong plastik berisi sampah rumah tangga.

Jalan Jambore Nasional Pramuka, Kelurahan Harjamukti, Kecamatan Cimanggis, misalnya, tumpukan sampah mengeluarkan bau busuk, banyak lalat dan belatung.

Cukup banyak warga yang kecewa terhadap pemerintah kota karena terkesan membiarkan kondisi tersebut.

"Sampah dibiarin gitu aja. Apa wali kota tidak turun ke wilayah? Aneh banget, ini kan jalan wisata menuju ke Bumi Perkemahan Cibubur, yang sering kali dilintasi banyak mobil dan motor," ungkap Hambali, 64,pemobil yang sehari-hari melintasi jalan itu, Minggu (18/1/2020).

Hambali mengungkapkan, tumpukan sampah tersebut sudah tiga pekan ini tak diangkut. "Kita risih melihat sampah yang menumpuk itu," tandasnya, kesal.

Ela, 40, karyawanpabrik di Cileungsi, Kabupaten Bogor, mengaku tidak kuat bau mencium sampah di Jalan Jambore Nasional Pramuka.Setiap hari saat melintas ia terpaksa menutup hidung.

Menurut dia, tumpukan sampah di lokasi tersebut jarang diangkut petugas kebersihan karena plastik dan karung pembungkus sampah terlihat kusut."Pinggir jalan ini tidak pernah bersih dari tempat sampah," katanya.

Pada Sabtu (18/1) tumpukan sampah masih terlihat. Sampah dibiarkan berserakan hingga hampir menutup sebagian jalan. Sampah kebanyakan dibungkus plastik besar dan sedang hingga karung. Banyak yang berserakan.Bukan hanya sampah rumah tangga, juga sampah kardus dan kabel listrik.

Kepala bidang Kebersihan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Depok Iyai Gumilar berjanji untuk memindahkan sampah dari Jalan Jambore Nasional Pramuka ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Cipayung.

"Kita segera angkut dan pindahkan. Karena selama ini kita fokus angkut sampah banjir awal tahun baru kemarin," kilahnya, singkat.

Pengamat lingkungan Universitas Indonesia (UI) Tarsoen Waryono pernah mengatakan Kota Depok belum pantas meraih penghargaan kebersihan lingkungan karena masih lekat dengan kesan jorok.

"Menurut saya,Kota Depok belum layak dinobatkan sebagai kota yang bersih. Saya menyangsikan prestasi yang ditorehkan Kota Depok, yang memperoleh Piala Adipura 2017," ujarnya.

Penegasan Tarsoen sesuai fakta lapangan. Bila mau mengamati, timbunan sampah bisa dijumpai di jalur-jalur hijau,sungai, situ, bantaran kali dan pinggir-pinggir jalan di kota ini. Permasalahan sanitasi seperti banjir, wabah penyakit juga belum tertangani dengan baik.

"Keberadaan sampah yang tidak sesuai dengan tempatnya akan mengganggu keindahan kota serta berdampak terhadap kesehatan masyarakat sekitar. Masih banyak persoalanakibat buruknya sistem sanitasi, seperti banjir, wabah penyakit, maupun pencemaran lingkungan. Sanitasi yang buruk ini belum diperhatikan pemerintah," ucapnya.

Di Kota Depok, masalah buruknya sanitasi seperti banjir seringkali terjadi bahkan sampai terdapat wilayah langganan banjir bila musim penghujan tiba. Selain itu, kebiasaan buruk warganya yang sering membuang sampah rumah tangga maupun sampah pasar ke parit maupun sungai-sungai semakin membuat tatanan sanitasi memburuk.

Tahun 2017 Kota Depok meraih piala Adipura untuk kategori Kota Metropolitan terbersih. "Pertanyaan saya kok bisa dapat? Saya bingung gitu loh," tambah dia.  (Inilahcom)