Maung-maung Ngora yang Memberi Harapan

Maung-maung Ngora yang Memberi Harapan
Pesepak bola Persib Bandung Mario Jardel (kanan) melakukan selebrasi bersama rekannya usai mencetak gol ke gawang Hanoi FC pada Kejuaraan Asia Challenge Cup 2020 di Stadion Shah Alam, Selangor, Malaysia, Minggu (19/1/2020). Persib Bandung menang atas Hanoi FC dengan skor 2-0. ANTARA FOTO/Rafiuddin Abdul Rahman/foc.

INILAH, Bandung- Persib mengalahkan Hanoi FC di Stadion Shah Alam, Selangor. Performa pemain-pemain muda memberi harapan.

Baru dalam hitungan hari bergabung kembali dengan Persib Bandung, Robert Rene Alberts kini bisa semringah. Di Stadion Shah Alam, di hadapan stadion yang nyaris kosong, dia menyaksikan anak-anak asuhannya berjuang habis-habisan.

“Saya senang karena pemain mau bekerja keras walaupun ini hanya ajang pemanasan,” kata pelatih asal Belanda itu, Minggu (19/1).

Asia Challenge Cup, turnamen yang digelar Selangor FA menjelang berputarnya Liga Malaysia, memang hanya laga pemanasan. Persib bahkan tampak kurang terlalu serius menghadapinya. Pemain-pemain pelapis lebih dominan mengisi skuat Maung Bandung.

Itu pula sebabnya, pada laga perdana, saat kalah 0-3 dari Selangor FA, sehari sebelumnya, terlalu banyak kesalahan yang dilakukan. Lini depan jauh dari efektif, lini pertahanan terbilang rapuh.

Tapi tidak pada saat menghadapi Hanoi FC. Fabiano Beltrame yang berdiri di jantung pertahanan, mulai kelihatan bisa bermain lugas. Di lini depan, penyerang-penyerang anyar mulai unjuk gigi.

Layaklah jika Alberts mengapresiasi penampilan pemainnya. “Secara keseluruhan, permainan kami mulai berkembang. Semua pemain berusaha menunjukkan kemampuan terbaiknya,” kata pelatih asal Belanda itu.

Perubahan nyaris dilakukan Alberts di semua lini. Hanya dua pemain kunci yang dia pertahankan, yakni posisi penjaga gawang yang tetap dipercayakan kepada Dhika Bayangkara dan bek sentral pada Fabiano Beltrame.

Para pemain muda seperti Mario Jardel, Puja Abdillah, Gian Zola dan Abdul Aziz tampil sebagai starter. Di lini belakang, Henhen Herdiana akan berduet bersama Fabiano Beltrame, menggantikan Indra Mustafa.

Di lini serang, striker anyar, Beni Oktovianto menjadi tandem Wander Luiz. Joel Vinicius yang sehari sebelumnya jadi starter, kini duduk di bangku cadangan.

Di luar dugaan, tim yang merupakan gabungan pemain yang musim lalu jarang dapat kesempatan tampil serta muka baru, ternyata tampil mengesankan. Persib tampil agresif sejak awal pertandingan.

Kombinasi Puja Abdillah, Beni Oktovianto, dan Wander Luiz di sektor penyerangan membuat Hanoi FC yang ditangani Dinh Nghiem cukup kerepotan. Laga belum menginjak lima menit, Persib sudah mendapatkan peluang. Sayang, tendangan Wander Luiz masih melebar di sisi gawang Hanoi. 

Persib terus menggempur pertahanan lawan. Gempuran Maung Bandung membuahkan hasil. Mereka mencetak gol pertama di menit ke-19. Memanfaatkan sodoran dari sisi kiri, Puja yang sudah berhadapan satu lawan satu dengan kiper Phi Mhin Long, mampu menceploskan bola dengan mudah. 

Gol pertama menjadi tenaga tambahan bagi tim asuhan Robert Alberts. Persib semakin meningkatkan intensitas serangan. Puja nyaris membawa Persib unggul dua gol. Sayang, tendangan kaki kiri hasil sodoran Wander Luiz masih menyamping tipis di sisi kanan gawang Hanoi. 

Serangan bergelombang Persib kembali membuahkan hasil. Kali ini gol diciptakan rekrutan anyar, Beni Oktovianto menit ke-39. Memanfaatkan assist Gian Zola dari tengah lapangan, melewati satu bek, mantan pemain Persiba Balikpapan itu menyudahinya dengan tendangan melengkung yang tak mampu diantisipasi kiper Hanoi FC. 

“Alhamdulilah, yang pertama pastinya saya bersyukur. Ini memang masih pemanasan. Rintangan sebenarnya ada di kompetisi. Mudah-mudahan saya bisa bermain baik dan mengantarkan Persib menang di setiap pertandingan,” ujar Beni, seusai laga. 

Kendati demikian, dia enggan berbangga diri. Pemain bernomor punggung 82 ini mengaku akan terus mengasah kemampuan demi bersaing di skuat inti Maung Bandung.

“Tetap rendah hati. Banyak belajar dari senior-senior yang ada di Persib. Intinya perjalanan masih panjang dan tetap fokus,” katanya.

Sayangnya, Beni tak bisa menyudahi pertandingan itu dengan sempurna. Pasalnya, hujan yang turun semakin deras memasuki masa istirahat. Ketika laga kedua hendak dimulai, lapangan sudah tak layak dijadikan arena pertandingan. (muhammad ginanjar/ing)