Intensitas Hujan Tinggi, Status Bencana Kabupaten Cirebon Masih Siaga

Intensitas Hujan Tinggi, Status Bencana Kabupaten Cirebon Masih Siaga
Foto: Maman Suharman

INILAH, Cirebon - Kendati intensitas hujan sudah mulai tinggi, namun Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cirebon belum menerapkan status waspada maupun awas. Pasalnya, Kepala Satuan Pelaksana BPBD Kabupaten Cirebon Dadang Suhendra menyebutkan debit bendung Cisanggarung masih normal.

"Debitnya masih normal. Kemarin waktu hujan besar, debitnya hanya 200 cm saja. Tapi, masyarakat harus tetap waspada," kata Dadang, Senin (20/1/2019).

Dadang menjelaskan, saat ini pihaknya terus memantau debit air bendung Cisanggarung. Ada beberapa tim yang terus bergiliran melaporkan tinggi debit air. Untuk kondisi waspada, debit air mencapai 300 cm. Sedang untuk kondisi siaga dan awas, debit air nya 350 cm dan 400 cm.

"Sampai saat ini ketinggian debit air belum mencapai 200 cm. Ya, sekitar 175 cm kadang naik sedikit," jelasnya.

Namun, Dadang menyebutkan bersama Forkompimda pihaknya sudah mengantisipasi kondisi banjir dan longsor. Saat ini, posko sentral diwilayah Cirebon Timur ada di alun-alun Kecamatan Ciledug. Daerah tersebut merupakan wilayah paling aman yang tidak pernah tersentuh banjir.

"Semua element masyarakat setiap hari selalu stanby di posko Ciledug. Walupun kondisi ektrim sudah lewat, tapi puncak hujan kita prediksikan akhir bulan ini sampai pertengahan Februari," ungkap Dadang.

Dadang menambahkan, khusus untuk Cirebon timur, banjir sebetulnya hanya kiriman dari Kabupaten Kuningan saja. Kalau di Kabupaten Kuningan turun hujan berhari-hari, maka kemungkinan banjir akan menerjang wilayah cirebon timur. Belum lagi persoalan sampah pada sungai induk maupun anak anak sungai, menjadi salah satu penyebab banjir.

"Besok kami akan mengadakan pertemuan dengan BBWSCC. Akan membahas masalah sungai. Mudah mudahan saja masalah normalisasi, supaya bahaya banjir bisa dimininalisir," tukas Dadang. (Maman Suharman)