Ini Alasan Ade Yasin Dukung Omnibus Law

Ini Alasan Ade Yasin Dukung Omnibus Law
Foto: Reza Zurifwan

INILAH, Bogor - Rencana Presiden RI Joko Widodo yang akan menerapkan Omnibus Law didukung Bupati Bogor Ade Yasin.

Politikus PPP mengatakan, saat ini ada tumpang tindih aturan yang ditengarai membuat pertumbuhan ekonomi melambat. Untuk itu dia mendukung langkah orang nomos satu di Indonesia itu untuk menerapkan Omnibus Law.

"Tak hanya undang-undang, peraturan daerah pun kadang bertentangan atau tumpang tindih hinggi memperlambat laju pertumbuhan ekonomi. Agar pertumbuhan ekonomi bagus maka bisa mempercepat laju pertumbuhan baik tingkat daerah maupun nasional," kata Ade usai pelantikan pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Peradi Kabupaten Bogor periode 2020-2024 
di Hotel Lorin, Sentul, Senin (20/1/2020).

Mantan advokat itu menambahkan, sebagai contoh adalah harga tanah yang melambung tinggi tapi di sisi lain ada peraturan garis sepadan jalan hingga 15 meter hingga membuat bingung masyarakat dan pengusaha yang ingin berinvestasi dan berpikir ulang.

"Peraturan daerah yang mengharuskan garis sepadan jalan 15 meter itu membuat pengusaha yang berinvestasi harus mengeluarkan uangnya lebih banyak lagi untuk memenuhi aturan tersebut, sementara masyarakat tentunya kesulitan jika harus mengikuti aturan tersebut," tambahnya.

Ade menuturkan, dirinya menunggu diamandemennya peraturan yang mirip, bertentangan, atau tumpang tindih. Melalui omnibus law, regulasi relatif lebih mudah diterapkan pasukan penegak peraturan daerah atau aparat hukum lainnya.

"Kami tunggu pelaksanaan omnibus law hingga undang-undang atau peraturan lebih sederhana lagi dari saat ini hingga nanti berlanjut ke dalam amandemen peraturan daerah di Kabupaten Bogor," tutur Ade.

Sebagai informasi, pemerintah kini sedang menyusun omnibus law yang tujuan akhirnya untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Ada tiga hal yang disasar pemerintah, yakni UU Perpajakan, UU Cipta Lapangan Kerja, dan UU Pemberdayaan UMKM. (Reza Zurifwan)