Kebakaran Pasar di Sukabumi, Dua Pedagang Terluka

Kebakaran Pasar di Sukabumi, Dua Pedagang Terluka
Salah seorang pedagang di pasar penampungan Kota Sukabumi, Jawa Barat yang mengalami luka bakar saat mendapatkan pengobatan dari relawan PMI Kota Sukabumi. (Antara/Aditya Rohman)

INILAH, Sukabumi- Dua pedagang terluka akibat kebakaran pasar penampungan pedagang Pasar Pelita Kota Sukabumi, Jawa Barat yang terjadi pada Senin pukul 08.45 WIB.

"Dua pedagang yang terluka tersebut adalah Dede Ilham pemilik kios kelapa parut yang mengalami luka bakar di punggung kaki kanan atas dan seorang lainnya terluka tusuk kaca pada tangan yang diketahui bernama Iwan. Kedua korban sudah mendapatkan perawatan serta pengobatan terhadap lukanya," kata Kepala Seksi Damkar Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sukabumi Iskandarsyah di Sukabumi, Senin (20/1/2020).

Beruntung kedua korban tidak mengalami luka serius hanya luka ringan saja dan sudah mendapatkan pertolongan pertama dari relawan Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Sukabumi yang ikut dalam proses pemadaman dan membantu evakuasi.

Menurutnya, kebakaran ini dipicu akibat ledakan mesin parut kelapa milik korban yang mengalami luka bakar. Ledakan tersebut dipicu dari tumpahan bahan bakar jenis bensin ke kabel yang terkelupas, sehingga api dengan cepat membesar dan merembet ke delapan kios lainnya.

Untuk kerugian akibat kebakaran yang menghanguskan sembilan kios di pasar penampungan yang berada di Kelurahan Tipar, Kecamatan Citamiang ini masih dalam perhitungan. Dilihat dari besarnya api yang membakar kios mayoritas pedagang yang menjadi korban tidak berhasil menyelamatkan barang dagangannya.

Sementara, Kepala UPTD Pasar Pelita dan Penampungan Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan Kota Sukabumi Djabier Ohorella mengatakan belum bisa memastikan apakah ke depannya pedagang yang menjadi korban kebakaran akan dipindahkan atau dibangun lagi kiosnya.

"Kami masih berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Sukabumi untuk menentukan kebijakan terhadap pedagang yang menjadi korban kebakaran. Sebab, kami masih menghitung jumlah kerugian," tambahnya. (Antara)