Pemkot Bandung Berencana Kunjungi Pengungsi Tamansari

Pemkot Bandung Berencana Kunjungi Pengungsi Tamansari
epala Bagian Kesejahteraan Rakyat dan Kemasyarakatan (Kesra) Kota Bandung Bambang Sukardi. (Yogo Triastopo)

INILAH, Bandung - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung berencana untuk mengunjungi Masjid Al-Islam yang menjadi tempat pengungsian 11 Kepala Keluarga warga korban penggusuran Tamansari. 

Hal itu dikatakan Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat dan Kemasyarakatan (Kesra) Kota Bandung Bambang Sukardi saat ditemui di Balai Kota, Jalan Wastukancana, Kota Bandung. 

"Ini kan yang mengeluarkan fatwa MUI ya. Tetapi pak wali kota sudah sangat bijak menyikapi hal tersebut, dan Insya Allah dalam waktu dekat ini kita akan menemui mereka," kata Bambang pada Selasa (21/1/2020).

Menurut dia, pada prinsipnya Pemkot Bandung mengajak warga masyarakat khususnya korban penggusuran Tamansari bersama-bersama untuk menjaga kondusifitas di Kota Bandung. 

"Bagaimana pun, rumah deret Tamansari untuk kepentingan warga itu sendiri. Ini yang harus dipahami oleh warga, dan hal itu sudah kita sosialisasikan sebelumnya baik oleh DPKP3 dan jajaran Forkopimda," ucapnya. 

Dia pun berharap, warga yang saat ini masih bertahan mau memahami dengan program rumah deret Tamansari. Karena bagaimana pun, untuk kebaikan dan kesejahteraan warganya. 

"Jelas ini butuh dukungan dari semua stakeholder dan warga masyarakat itu sendiri. Mudah-mudahan, mereka mau memahami apa yang saat ini dilakukan pemerintah. Tidak ada pemerintah untuk merugikan mereka, yang ada untuk mensejahterakan," ujar dia. 

Diketahui, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Bandung mengeluarkan fatwa untuk menyeterilkan Masjid Al-Islam yang menjadi tempat pengungsian sementara warga korban penggusuran. 

Fatwa tersebut, lantas ditindaklanjuti MUI Kecamatan Bandung Wetan yang mengimbau agar masjid tersebut dapat dipergunakan sebagaimana lazimnya tempat beribadah. (yogo triastopo)