Wantimpres Minta Masukan Para Akademisi UGM

Wantimpres Minta Masukan Para Akademisi UGM
Ketua Wantimpres Wiranto. (antara)

INILAH, Yogyakarta - Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Periode 2019-2024 mengunjungi Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta, Selasa, untuk meminta masukan dari para akademisi di kampus itu sebagai bahan pertimbangan untuk disampaikan kepada Presiden Joko Widodo.

Ketua Wantimpres Wiranto bersama empat anggotanya yakni Habib Lutfi Bin Yahya, Sidarto Danusubroto, Agung Laksono, serta Mardiono Bakar menggelar pertemuan dengan Rektor UGM Panut Mulyono beserta para dekan dan guru besar di Ruang Multimedia, Gedung Pusat UGM selama lebih dua jam.

"Kami harus banyak bergaul, banyak bertemu, banyak belajar, banyak mendapatkan informasi dari berbagai pihak, salah satunya dari perguruan tinggi yang merupakan center of excellece bangsa, pusat keunggulan bangsa," kata Wiranto seusai melakukan pertemuan itu.

Menurut Wiranto, Wantimpres yang memiliki tugas untuk memberikan pertimbangan dan masukan kepada presiden harus memahami apa yang dipikirkan dan direncanakan presiden. Di sisi lain, mereka juga harus memiliki informasi memadai sebagai bahan masukan.

"Kami merasa tugas ini tidak ringan karena kami harus memberi pertimbangan kepada presiden sebagai kepala negara juga kepala pemerintahan yang punya tanggung jawab besar kepada 262 juta masyarakat Indonesia," tutur dia.

UGM, menurut dia, dipilih sebagai perguruan tinggi pertama yang dikunjungi Wantimpres karena sebagai kampus pertama yang berdiri setelah kemerdekaan, UGM banyak menyumbangkan pemikiran serta konsep dari hasil penelitian yang akurat dan berkualitas.

"Di sinilah banyak ide-ide yang cemerlang, yang muncul. Di sinilah bisa melakukan suatu penelitian yang langsung lebih dalam lagi untuk menemukan hal-hal yang menghambat pembangunan," kata dia.

Dari hasil pertemuan itu, Wiranto mengaku memperoleh banyak masukan dari para dekan dan guru besar UGM mulai dari bidang ekonomi, Pancasila, hukum, pertanian, energi, keamanan hingga penanganan terorisme yang nantinya menjadi bahan telaah untuk disampaikan kepada presiden.

"Banyak hal, tadi kalau saya boleh mencatat ada sekitar 17 masukan dan itu tidak bisa satu per satu. Intinya masukan semua itu adalah masukan yang sangat positif untuk kita lanjutkan dengan suatu diskusi yang lebih jauh lagi," ujarnya.

Pada kesempatan ini, Rektor UGM Panut Mulyono menyerahkan buku putih yang berisi pemikiran dari UGM dalam berbagai bidang strategis. Buku ini di antaranya memuat ulasan tentang gagasan Bulaksumur membangun kedaulatan pangan nusantara, mewujudkan pembangunan nasional berbasis mitigasi bencana, serta bonus demografi untuk meningkatkan daya saing bangsa.

"Buku ini kami serahkan kepada Pak Wiranto dan tim, silakan untuk digunakan jika ada hal-hal yang relevan di buku ini," kata Panut. (antara)