Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung Ditaksir Habiskan Rp4,3 Triliun

Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung Ditaksir Habiskan Rp4,3 Triliun

INILAH, Bandung- Proyek angkutan penghubung kereta cepat Jakarta-Bandung ditaksir akan menelan anggaran sekitar Rp4,3 triliun. Hal itu mengemuka usai rapat yang digelar Gubernur Jabar Ridwan Kamil di Rumah Dinas Pakuan, Selasa (21/1/2020).

Direktur Perencanaan Strategis Pengembangan Usaha PT KAI, Amrozi Hamidi mengatakan, dalam pertemuan ini bersama dengan gubernur Jabar pihaknya membahas angkutan feeder kereta api cepat dari Tegalluar ke Kiaracondong.

"Nah yang Kiaracondong sampai Rancaekek akan dibangun double track. Namun dari Cimekar akan melengkung  ketemu dengan Tegalluar menggunakan konstruksi elevated di atas jalan tol," ujar Amrozi kepada wartawan. 

Dia mengatakan, saat ini  pembangunan angkutan penghubung tersebut sedang dalam kajian dengan LAPI ITB. Selain itu, dilakukan juga kajian kelayakan studi dengan pihak Bahana Sekuritas. Proyek ini, nantinya yang mengerjakan konsorsium PT KAI dan mungkin nanti dari KCIC.

"Panjang totalnya 16,2 Km. Taksiran kebutuhan anggarannya kira-kira sebesar Rp4,3 triliun termasuk sarana," katanya.

Dia melanjutkan, terkait pendanaan pihaknya masih mencari terobosan finansial. Di mana akan ada pertemuan lanjutan dengan gubernur pada bulan depan. 

"Untuk lahan ada pembebasan. Tapi,  nanti disiapkan sama Pak Gubernur," katanya.

Terkait target pembangunan angkutan feeder tersebut, Amrozi mengatakan, saat ini masih proses feasibility study (FS). Pihaknya berharap, pertengahan tahun bisa mulai konstruksi. 

Dia menambahkan, nantinya akan ada pula stasiun Cimekar, Al Jabbar, Laswi, dan Kiaracondong.  "Kan harapannya tahun 2021 akhir bisa diselesaikan," pungkasnya. 

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Jabar, Hery Antasari mengatakan dalam agenda pertemuan dengan PT KAI ini melaporkan progres kesiapan komitmen terkait pembangunan stasiun Tegalluar-Cimekar. Yakni, melaporkan juga kebutuhan-kebutuhan yang harus dibicarkan dan dipenuhi.  "Ini akan diperjuangkan sama-sama oleh Pa gub membantu PT KAI," katanya.

Selain itu, juga membahas soal konsorsium yang akan melibatkan perusahaan daerah. Pemprov Jabar pun, membicarakan mengenai pembebasan lahan, dan perizin segala macam yang harus ditempuh.

"Tadi saya laporkan itu harus di pelototin benar-benar karena kuncinya mengsingkronkan KCIC selesai, maka ini juga selesai," katanya.

Karena, kata, dia, ada sedikit saja perkiraan yang agak meleset nanti ada rencana B nya bagaimana mengkoneksikan KCIC ke stasiun akhir di pusat kota.  "Kan ini finalnya 2021 akhir. Target yang saya dengar dari Rakor itu," katanya.

Dia mengatakan, untuk tahap awal akan menyelesaikan terkait konsorsium mengingat PT KAI sedang mencari pembiayaannya. Pemprov Jabar pun, sudah mengirimkan surat ke pusat. 

"Bicara mengenai konsorsium yang pasti harus ada perusahaan daerah  sebagai pelibatan Pemprov Jabar untuk Tegalluar. Tadi tercetus," pungkasnya. (Rianto Nurdiansyah)