Kota Bandung Segera Miliki Satgas Kang Pisman

Kota Bandung Segera Miliki Satgas Kang Pisman
Kepala Seksi Peningkatan Kapasitas dan Edukasi Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Bandung, Syahriani (kanan). (Istimewa)

INILAH, Bandung - Memasifkan program Kurangi, Pisahkan, dan Manfaatkan (Kang Pisman), Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung akan membentuk Satuan Tugas (Satgas) Kang Pisman. Nantinya satgas ini akan melibatkan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Kota Bandung.

Kepala Seksi Peningkatan Kapasitas dan Edukasi Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Bandung, Syahriani mengatakan, alasan pembentukan satgas tersebut karena sampah merupakan tanggung jawab bersama. Satgas ini akan bergerak sesuai dengan tugas dan pokok fungsi masing-masing OPD.

"Satgas tersebut masih dalam proses. Komponen yang kita masifkan antara lain, individu, RW, OPD, hotel, restoran, cafe, pasar, dan yang lainnya. Masing-masing punya tanggung jawab. Seperti sekolah menjadi tanggung jawab Disdik, hotel atau cafe tanggung jawab Dinas Pariwisata," kata Syahriani di Balai Kota, Jalan Wastukancana, Kota Bandung pada Selasa (21/1/2020).

Menurut dia, ada beberapa tempat yang sudah melaksanakan Kang Pisman. Di antaranya di Ciwastra yang sudah bisa mengelola sampah sendiri. Di Pendopo yang diawasi langsung Wali Kota Bandung Oded M Danial.

"Di Ciwastra itu mengelola sampah sendiri. Ada maggot dan kompos yang dibawa ke Sekemala untuk membantu pertanian dan peternakan yang bekerja sama dengan Dinas Pengan dan Pertanian. Kalau di Pendopo itu sudah ‘integrated farming’. Sampah diolah jadi kompos kemudian menjadi bahan untuk ternak melalui maggot," ucapnya.

Sementara itu, Kepala Seksi Bagian Humas PD Kebersihan, Asep Koswara mengatakan, pelaksanaan Kang Pisman ini ada yang terbalik. Untuk itu perlu dibuat petunjuk teknis (Juknis).

"Kalau saat ini aksinya dulu baru juknis. Saat ini juknis sedang diproses melalui DLHK dan PD Kebersihan yang dipimpin Asisten dua. Tujuannya supaya Kang Pisman lebih masif," kata Asep.

Menurut dia, program Kang Pisman ini sudah berjalan dari dulu, hanya berbeda namanya saja agar lebih dapat dicerna masyarakat.  Namun untuk pengurangan sampahnya belum signifikan karena masih tahap sosialisasi dan edukasi. (yogo triastopo)