Kolam Retensi Diprotes Warga Derwati, Yana: Maaf

Kolam Retensi Diprotes Warga Derwati, Yana: Maaf

INILAH, Bandung – Pemerintah Kota Bandung menyampaikan permohonan maaf apabila pembangunan kolam retensi di perumahan Bumi Inten, Kelurahan Derwati, Kecamatan Rancasari dianggap minim sosialisasi. 

"Saya baca media hari ini kaget juga ternyata ada protes dari warga. Kalau ternyata memang dianggap tidak ada sosialisasi, saya atas nama pemkot meminta maaf," kata Wakil Wali Kota Bandung Yana Mulyana di Balai Kota, Jalan Wastukancana, Kota Bandung pada Rabu (22/1/2020). 

Dalam hal ini, Pemkot Bandung menganggap bahwa pembangunan telah disepakati bersama. Artinya disebut dia, semua telah mengetahui soal adanya rencana pengerukan sebidang tanah yang sekarang ini tengah dalam tahap pengerjaan. 

"Karena kita anggap ada satu permintaan dari warga melalui developernya, dan developernya menyampaikan ke kita. Jadi kita berpikir developer ini sudah mewakili warga. Ini saya punya suratnya soal permintaan dari warga," ucapnya. 

Namun apapun itu, mewakili Pemkot Bandung, Yana kembali menyampaikan permohonan maaf apabila dalam proses pembangunan kolam retensi tersebut dianggap minim sosialisasi. Dia berjanji ada upaya pemerintah menyampaikan langsung kepada warga. 

Diketahui, Pemkot Bandung tengah membangun kolam retensi seluas 7X275 M2 dengan kedalaman dua meter yang berdiri di atas fasos fasum seluas 685 M2. Kolam retensi tersebut, berada di perumahan Bumi Inten di wilayah rukun warga (RW) 12.

Namun demikian, pembangunan tersebut mendapat protes dari warga RW 12. Warga terdampak, menganggap pemerintah tidak melakukan sosialisasi dan persetujuan, bahkan komunikasi pun tidak dilakukan kepada aparat kewilayahan. (yogo triastopo)