Warga Tamansari Datangi DPR RI

Warga Tamansari Datangi DPR RI

LANGKAH Ratusan warga Tamansari untuk mendesak segera dibangunnya rumah deret kian tak terbendung. Usai deklarasi, para warga pun mengadukan nasib mereka ke Senayan mendatangi DPR RI

Deklarasi yang digelar warga Tamansari sebagai bentuk desakan terhadap Pemkot Bandung agar segera memulai pembangunan rumah deret sepertinya belum cukup. Sebagai aksi lanjutan, para warga pun kembali menyuarakan aksi mereka dengan berangkat ke Jakarta, Rabu (22/1). Para warga tersebut mendatangi bermaksud mengadukan nasib mereka ke wakil rakyat di DPR RI.

Menurut informasi, keberangkatan para warga tersebut menggunakan bus. Namun belum diketahui apa hasil pertemuan tersebut. Pasalnya, ketika INILAH KORAN mencoba mengkonfirmasi terkait hasil pertemuan dengan DPR RI, perwakilan warga mengaku akan menyampaikan hasil pertemuan kepada seluruh warga.

Yoyo warga RW II Tamansari yang turut dalam rombongan ke Jakarta saat dikonfirmasi menyampaikan permohonan maafnya belum bisa memberikan gambaran hasil pertemuan. "Mohon maaf kami masih dalam perjalanan menuju ke Bandung. Mungkin sesampainya di Bandung kami akan merundingkan dulu dengan seluruh warga dan menyampaikannya ke teman-teman media," ungkap Yoyo.

Dikatakannya, jika tidak ada aral melintang, warga yang datang ke Jakarta akan sampai ke Bandung sekitar pukul 20.00 WIB. Namun mengenai hasil pertemuan rencananya baru akan disampaikan Kami (23/1).

Diberitakan sebelumnya, buntut kegelisahaan terkait terus molornya pembangunan rumah deret, puluhan warga Tamansari menggelar deklarasi.

Sebanyak 185 Kepala Keluarga (KK) di RW 11 Kelurahan Tamansari yang setuju dengan program rumah deret mulai gerah lantaran pembangunan hunian baru belum kunjung dimulai. Untuk itu, mereka menggelar deklarasi di bekas reruntuhan rumahnya guna menuntut agar pembangunan rumah deret Tamansari segera dimulai.

Puluhan warga yang mewakili dari 185 KK warga RW 11 ini berkumpul di bekas reruntuhan pada Selasa (21/1). Mereka menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya sebagai penanda deklarasi.

Dalam deklarasinya, warga RW 11 Tamansari menuntut Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung agar bisa segera merealisasikan pembangunan rumah deret. Warga juga meminta aparat keamanan untuk berani mengambil tindakan terhadap pihak di luar warga RW 11 Tamansari. Warga tersebut disinyalir ikut menghambat pembangunan rumah deret.

“Kami mendesak Pemkot Bandung untuk segera membangun rumah deret. Karena jelas sebelumnya kami menempati tempat tinggal yang menurut kami juga tidak layak, seperti ada satu rumah tinggal 4 sampai 7 KK. Belum lagi masalah sanitasi, drainase dan sebagainya. Pokoknya kita ingin menata kehidupan lebih baik lagi,” ucap Yoyo Suharyo, perwakilan Warga RW 11 Tamnsari, Selasa (21/1)

Hal senada juga diungkapkan Yulianingsih. Ia berharap bisa secepatnya menempati rumah deret. Warga RW 11 Tamansari ini sudah tidak betah lagi apabila terus mengontrak rumah sekalipun untuk biayanya dibayar oleh Pemerintah Kota.

“Saya sudah hampir tiga tahun menunggu. Sedangkan program tersebut lebih baik. Dari lingkungan yang kumuh dan kurang tertata menjadi lebih baik. Apalagi di tengah kota bagus kelihatannya dan taraf hidup ekonomi juga lebih baik,” ujar Yulianingsih.

Sebelumnya, aksi serupa juga digelar di Taman Film pada Minggu (19/1/2020). 185 KK warga RW 11 Tamansari ingin rumah deret segera dibangun. (yogo triastopo/ghi)