Air Mancur Bundaran Leuwi Gajah, Fitur Baru Keindahan Kota Cimahi

Air Mancur Bundaran Leuwi Gajah, Fitur Baru Keindahan Kota Cimahi
Air Mancur Bundaran Leuwi Gajah, Fitur Baru Keindahan Kota Cimahi

KEBERADAAN Air Mancur di bundaran Leuwi Gajah memberikan warna baru bagi Kota Cimahi. Sejak kehadirannya, masyarakat pun terus berbondong-bondong untuk sekadar menikmati keindahannya.

Pemerintah kota Cimahi terus melakukan revitalisai taman dan area publik untuk mengenjot potensi sektor wisata, seperti halnya wisata sejarah di kawasan bangunan militer yang menjadi ikon Cimahi sebagai Kota Militer,  Bus Wisata Sakoci, hingga yang terbaru taman air mancur yang terletak di bundaran Jl. Leuwigajah, Cimahi.

Taman air mancur yang berjenis wet fountain dengan luas 277,45 M persegi tersebut, dibangun dengan anggaran  Rp814.985.547 dari anggaran APBD pemerintah Kota Cimahi. Kini kehadiran air mancur di bundaran Leuwi Gajah, Cimahi Selatan mendapat antusiasme masyarakat. Selain dapat menikmati kerlap– kerlip lampu warna- warni yang menyedot perhatian penguna jalan raya, masyarakat juga bisa berinteraksi langsung di area air mancur pertama di Kota Cimahi.

Meski keindahan air mancur tersebut tidak bisa dinikmati selama 24 jam, namun sejauh ini DPKP sebenarnya sudah mulai menyajikannya dalam rentang tiga waktu yakni pukul 07.00 sampai 08.00 WIB pagi hari, jam 12.00 WIB siang dan pukul 19.00 hingga 20.00 WIB. Hanya saja sejauh ini tingkat kunjungan lebih banyak di malam hari. Sementara pagi dan siang hari lebih banyak dinikmati pengendara yang melintas.

Kepala Seksi Pertamanan dan Dekorasi pada Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman (DPKP) Kota Cimahi, Mira Nurmeita Gantini mengungkapkan, sejak kehadirannya air mancur bundaran Leuwi Gajah mendapat apresiasi dari masyarakat. Menurut Mira, air mancur bundaran Leuwi Gajah kini menjadi primadona baru dan dekorasi baru wajah Kota Cimahi.

Terbukti, hampir setiap malam tingkat kunjungan masyarakat ke air mancur tersebut terus membludak. Namun, tentu saja agar kondisi tersebut tidak menjadikan persoalan khususnya kemacetan, DPKP Kota Cimahi selama ini terus memberikan edukasi dan sosialisasi kepada pengunjung untuk selalu bersikap tertib khususnya dalam memarkirkan kendaraan. Hal itu penting agar kehadiran pengunjung tidak mengganggu arus lalu lintas di kawasan sekitar.

"Sebagai primadona baru masyarakat tentu pengunjungnya juga selalu banyak. Untuk itu, kami juga mengimbau kepada masyarakat yang ingin selfie atau berswafoto di lokasi taman air mancur Leuwi Gajah, agar menghentikan dan memarkirkan motornya secara teratur di tempat yang aman.  Seperti ruko- ruko di dekat taman air mancur di mana lahan parkirnya bisa digunakan parkir kendaraan. Sehingga arus lalu lintas juga tetap lancar," ungkapnya.

Mira menerangkan, air mancur ini menjadi yang pertama di Kota Cimahi. Selain untuk dekorasi kota, keberadaan air mancur tersebut tentunya akan menambah keindahan arsitektur Kota Cimahi dan bisa dimanfaatkan masyarakat untuk spot swafoto atau selfie. Untuk itu, terkait pengadaan kelengkapan DPKP juga mengutamakan kualitas. “Ini baru yang pertama air mancur di Cimahi sebagai penambahan dekorasi kota. Sehingga diperlukan kualitas pompa sama nozzle-nya yang bagus demi kenyamanan. Untuk teknis sudah ada tenaga ahlinya,” tuturnya.

Namun demikian, Mira mengakui air mancur Leuwi Gajah masih belum sepenuhnya optimal karena masih tahap finishing. Pasalnya, masih ada beberapa penambahan ornamen yang masih harus dikejar seperti penambahan patung gajah, termasuk juga pagar pembatas.

Terkait perawatan, Mira menegaskan, DPKP Kota Cimahi juga telah menempatkan petugas khusus termasuk juga menyiapkan tenaga ahli. Disamping untuk konsultasi terkait perawatan, tenaga ahli juga menjadi sarana pembelajaran jajaran di DPKP.

Lebih lanjut Mira menambahkan, tahun 2020 ini, DPKP juga tengah menyiapkan air mancur baru di kawasan Sriwijaya. Dia berharap setelah ada pembangunan yang kedua, konsentrasi masyarakat pun akan terbagi ke dua tempat tersebut serta tempat-tempat lainnya.(adv)