Ribut-ribut Rumor Bruno Matos ke Persib, Teddy: Enggak Bener!

Ribut-ribut Rumor Bruno Matos ke Persib, Teddy: Enggak Bener!
Bruno Matos. (net)

INILAH, Bandung - Nama Bruno Matos dikait-kaitkan dengan Persib Bandung. Kabar itu muncul seiring dilepasnya Ezechiel N'Douassel ke Bhayangkara FC.

Kabar itu semakin mencuat setelah akun twitter Transfermarkt Indonesia menyebutkan bahwa Persib dan Bhayangkara FC melakukan kesepakatan. 

"Dilaporkan oleh kolega kami @Indostransfer bahwa Ezechiel Ndouassel harus pindah ke @BhayangkaraFC dengan status pinjaman. Sebagai imbalannya, mantan pemain klub harus pindah ke @persib. Bruno Matos disebutkan di sini. Pemain Brasil saat ini tanpa klub," tulis Transfermarkt Indonesia. 

Meski demikian kabar itu dibantah Direktur PT Persib Bandung Bermartabat (PBB), Teddy Tjahjono. Lagi-lagi Teddy menyebut kabar itu tidak benar.  "Enggak bener," singkat Teddy saat dihubungi, Rabu (22/1/2020)..

Di sisi lain, pelatih Persib, Robert Rene Alberts mengatakan sangat wajar Bruno Matos dikaitkan dengan timnya. Terlebih gelandang asal Brasil ini tak memiliki klub usai dilepas Bhayangkara FC. 

"Kami tahu Bruno, kami tahu kualitasnya dan dia sudah tahu sepak bola Indonesia. Dia juga sudah pernah bermain di level AFC, jadi dia sudah punya pengalaman dan dia juga adalah pemain yang kami pantau. Tapi bukan hanya sekadar itu, Spasojevic juga tersedia, Irfan (Bachdim) juga tersedia, ada banyak yang tersedia tapi mereka juga punya harga, kami tidak bisa mengabaikan itu," jelas Robert. 

Menurutnya setiap tim memiliki keterbatasan anggaran dalam melakukan pembelanjaan pemain. Sehingga perlu pemikiran yang matang terutama dalam merekrut pemain.

"Kami juga mencari pemain yang bisa memberi kontribusi terbaik bagi tim dengan harga yang bisa kami jangkau dan itu bukan dalam kendali saya tapi manajemen," jelasnya.

Karena itu, saat ini lanjutnya, Persib masih bersabar dalam mengincar para pemainnya. Ia tak mau perekrutan itu malah membuat Persib merugi. 

"Kami mencari pemain yang tersedia dan harus masuk dalam anggaran tersebut. Itu logis dan normal, dan kami selalu berdiskusi dengan pihak manajemen soal setiap kemungkinan. Itu kenyataannya," pungkasnya.(Muhammad Ginanjar)