Tawuran Antar Pelajar di Bogor, Dedie Minta Proses Hukum Jalan

Tawuran Antar Pelajar di Bogor, Dedie Minta Proses Hukum Jalan
Salah satu korban tawuran antar pelajar di Bogor Utara, Selasa (21/1/2020) malam WIB. (Rizki Mauludi)

NILAH, Bogor - Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim meminta aksi tawuran pelajar di dekat Cico Resort, Kelurahan Cimahpar, Kecamatan Bogor Utara, Selasa (21/1/2020) malam WIB, diproses secara hukum.

Tiga orang pelajar menjadi korban mengalami sabetan senjata tajam (Sajam). Bahkan satu orang harus kehilangan telapak tangan karena dibacok hingga putus.

Dedie A Rachim mengatakan, prilaku tersebut bukan tawuran namun perilaku kriminal.  "Perkelahian pelajar SMK itu lebih kepada masalah urusan kriminal dan pidana, jadi area kepolisian, ini urusan kriminal saya dapat informasi itu diduga balas dendam. Jadi itu lebih kepidana," ungkap Dedie pada Rabu (22/1/2020).

Dedie menjelaskan Pemkot Bogor tak bisa berbuat banyak untuk memberi sanksi kepada pihak sekolah. Pasalnya, pengelolaan SMK berada di tangan Pemprov Jabar.

"Ya, keinginan kami tentu pemerintah daerah diberikan porsi lebih dalam pengelolaan SMK, tapi undang-undang menyatakan bahwa sekolah lanjutan tingkat atas dibawah kewenangan pemerintah provinsi jadi kami hanya bisa melakukan hal hal sebatas yaitu melakukan kordinasi," jelasnya.

Sementara itu, Kapolsek Bogor Utara Kompol Irwandi saat dikonfirmasi mengatakan, bahwa ada tiga korban luka akibat peristiwa tersebut. Satu orang diantaranya berinisial WA memgalami putus lengan kanannya.

"Korban luka pinggang belikat dan tangan sebelah kanan putus. Saat ini pihak kepolisian masih mencari bukti-bukti untuk mengejar para pelaku tawuran," tuturnya.

Irwandi menjelaskan, sementara itu pelajar yang mengalami luka putus tangan itu pun dirujuk ke RS Cipto Mangunkusumo.

"Iya dirujuk tadinya di RS PMI Bogor. Di RS PMI, ditangani EN luka tangan kiri, MR luka bacok pinggang kanan," ujarnya.

Terpisah, Humas RS PMI Kota Bogor dr Niken Churniadita mengatakan bahwa ketiga pasien datang ke IGD RS PMI dalam keadaan luka. Satu orang pasien masih dirawat intensif, satu orang pasien lainnya meminta pulang paksa dan satu pasien lainnya dirujuk ke RS Cipto. Bahwa pasien yang dirujuk ke RS Cipto perlu mendapatkan perawatan dan penaganan amputasi.

"Yang berat dirujuk ke rumah sakit cipto kemudian yang satu sudah ditangani  di IGD, kemudian pulang paksa, nah satu lagi masih dirawat disini, kalau kondisi secara umum stabil, cuma untuk yang dirujuk ada luka amputasi di tangan kanannya," jelasnya. (Rizki Mauludi)