Pekerja Migran Asal Cirebon Tewas Terjatuh dari Lantai 14 Apartemen di Malaysia

Pekerja Migran Asal Cirebon Tewas Terjatuh dari Lantai 14 Apartemen di Malaysia
Foto: Maman Suharman

INILAH, Cirebon - Ratilah Binti Rabu (43) Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kabupaten Cirebon meninggal di Malaysia. Ratilah terjatuh dari lantai 14, sebuah apartemen,Senin (19/1/2020) lalu.

Ratilah yang bersuamikan Supendi (44) meninggalkan dua anak, Susanto serta (19) dan Soni Sadewa (13). Ratilah merupakan warga Desa Gombang, Blok Sawah Jaba/ Kompor, RT 15/RW 05 Kecamatan Plumbon, Kabupaten Cirebon.

Gilang (32) sepupu almarhum menyebutkan, kabar duka diterima keluarga, hari selasa kemarin. Informasi tersebut didapat dari KBRI cabang Jawa Barat, melalui telepon kepada salah seorang anaknya.

"Ada kabar dari KBRI, bahwa korban sudah meninggal. Jenazahnya datang ke rumah duka pada Rabu malam sekira pukul 22.30 WIB. PJTKI Cirebon yang juga agen penyalur tenaga kerja juga datang. kata Gilang di rumah duka, Kamis (23/1/2020).

Berdasarkan keterangan dari pihak PJTKI, lanjut Gilang, korban meninggal pada Senin tanggal 20 Januari 2020. Meski secara rinci belum mengetahui, korban diketahui meninggal saat bekerja sebagai pembantu rumah tangga dan terjatuh di apartemen lantai 14 di Malaysia. Saat itu, almarhum tengah mengasuh anak majikan yang masih balita dan kemungkinan terpeleset lalu terjatuh.

"Saat datang dibawa PJTKI dan Agen serta unsur pemerintahan, dapat keterangan memang murni kecelakaan kerja. Ini sudah diperiksa kepolisian Malaysia," ungkap Gilang.

Gilang menjelaskan, korban bekerja dan berangkat ke Malaysia sejak Agustus 2019, dan baru 5 bulan bekerja. Sebelumnya, Almarhum juga sudah pernah bekerja sebagai PMI sekitar 8 tahun di Abudhabi, Arab Saudi.

"Padahal suami almarhum sudah sempat melarang untuk berangkat kembali ke Malaysia. Tapi takdir sudah ditetapkan, mau bagaimana lagi," jelasnya.

Gilang menambahkan, secara administrasi, korban sudah diberikan haknya berupa gaji. Sementara untuk asuransi, masih dalam proses karena masih menunggu surat kematian.

"Keluarga tidak punya firasat apapun sebelum almarhum meninggal. Kami sudah ikhlas dan tidak ada tuntutan apa apa," tukas Gilang. (maman suharman)