Kasus Boxies 123, Komisi III Pertanyakan Ketegasan Wali Kota dan Dinas Terkait

Kasus Boxies 123, Komisi III Pertanyakan Ketegasan Wali Kota dan Dinas Terkait
Foto: Rizki Mauludi

INILAH, Bogor - Komisi III DPRD Kota Bogor geram kepada pihak mal Boxies 123 Tajur karena tidak membangun celukan, shelter khusus angkot, dan trotoar bagi pejalan kaki. Selain itu, wakil rakyat itu menegaskan pusat perbelanjaan itu juga hanya menyumbang kemacetan di Jalan Tajur saja. 

"Seharusnya sejak awal pembangunan, dinas terkait mengawasi terkait apa saja yang belum dibangun dan dilaksanakan. Soal celukan, shelter ataupun trotoar merupakan hal penting sebagai bagian dari mengatasi kemacetan untuk bangunan pusat perbelanjaan baru. Kenapa fasilitas itu belum dibangun, sedangkan mal Boxies sudah dioperasionalkan," kata Ketua Komisi III DPRD Kota Bogor Adityawarman Adil, Kamis (23/1/2020).

Adit melanjutkan, pihaknya meminta agar site plan maupun andal lalin dibedah semuanya. Pembangunan yang belum dilaksanakan harus segera dilengkapi dan dibangun karena sudah tertuang dalam rekomendasi saran teknis dari dinas terkait.

"Kami akan memanggil dinas terkait untuk mengetahui site plan dan andal lalin yang sudah dikeluarkan untuk mal Boxies. Ini permasalahan ada di pengawasan dari mulai awal pembangunan hingga dioperasionalkan, dinas terkait seharusnya mengawasi dan menegur apabila ada pelanggaran ataupun yang tidak sesuai saran teknisnya," tambahnya.

Sementara itu, anggota Komisi III Angga Alan Surawijaya juga meminta wali kota bersikap tegas kepada pengelola mal Boxies seperti saat menindak tegas Giant Dramaga untuk membangun celukan.

"Dulu wali kota pernah marah-marah karena Giant Dramaga tidak membangun celukan dan terjadi macet parah disana. Kenapa sekarang tidak dilakukan oleh wali kota ke mal Boxies. Padahal pelanggaran yang dilakukan itu sama saja," ujarnya. (Rizki Mauludi)