Setelah 36 Tahun, Stasiun Garut Akhirnya Disinggahi Lokomotif

Setelah 36 Tahun, Stasiun Garut Akhirnya Disinggahi Lokomotif
Foto: Zainulmukhtar

INILAH, Garut- Mendekati rampungnya proses reakvitasi jalur kereta api Cibatu-Cikajang segmen Stasiun Cibatu-Stasiun Garut, PT Kereta Api Indonesia (KAI) meluncurkan lokomotif diesel CC 2017723 warna putih dari Cibatu menuju Stasiun Garut di Kecamatan Garut Kota, Kamis (23/1/2020).

Lokomotif melakukan perjalanan dengan kecepatan 20-25 kilometer per jam itu tiba di Stasiun Garut pukul 12.14 WIB, dan langsung disambut warga yang antusias menyaksikan kedatangan loko di stasiun yang puluhan tahun tak beroperasi.

Peristiwa tersebut merupakan kali pertama sebuah loko menapaki jalur kereta api Cibatu-Cikajang, setelah selama 36 tahun jalur kereta api pada segmen Stasiun Cibatu-Stasiun Garut ditutup pada 1983 lalu.

Setiba di Stasiun Garut, lokomotif ditumpangi Executive Vice President PT KAI Daop 2 Bandung Fredi Firmansyah dan jajarannya itu serta merta dikerubungi warga, dan berfoto di depan lokomotif tersebut.

"Ini baru uji coba. Keseluruhan uji cobanya bagus. Kami akan tetap tambah yang kurang secara teknis, misal penambahan ballast," kata Fredi.

Dia menyebut, beban paling berat lokomotif seberat 25 ton bisa masuk. Sehingga jalur kereta secara teknis dinilainya sudah siap.

"Berat lokomotif mencapai 85 ton sudah bisa masuk. Tadi uji coba kecepatannya hanya 20 sampai 25 kilometer per jam. Artinya secara teknis sudah siap," katanya.

Dia mengatakan, target pertama akan dipenuhi dulu secara operasional. Sedangkan target pengembangan, seperti gedung-gedung akan dilakukan kemudian. Hal itu karena Stasiun Garut nantinya akan menjadi stasiun termegah di Indonesia mengalahkan stasiun pusat di Bandung. Namun bangunan Stasiun Garut lama sementara akan dipergunakan dulu, sebelum gedung baru dibangun.

Ditambahkan, rencananya, uji coba dengan rangkaian kereta akan dilaunching pada awal Februari nanti dengan satu rangkaian kereta secara gratis.

“Untuk tahap awal dilayani rute perjalanan kelas ekonomi, meski tidak menutup kemungkinan ditambah kereta eksekutif. Disesuaikan permintaan masyarakat,”ucapnya.(zainulmukhtar)