Rumah Deret Tamansari Rampung Oktober 2020

Rumah Deret Tamansari Rampung Oktober 2020
Kepala Biadang Perumahan DPKP3 Nunun Yanuati (kanan). (Istimewa)

INILAH, Bandung - Dinas Perumahan Kawasan Permukiman Pertanahan dan Pertamanan (DPKP3) Kota Bandung berencana memulai pembangunan rumah deret Tamansari pada Februari mendatang. Saat ini, DPKP3 tinggal menunggu keluarnya izin mendirikan bangunan (IMB).

Kepala Biadang Perumahan DPKP3 Nunun Yanuati mengungkapkan, saat ini Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) tengah memproses pembuatan IMB rumah deret Tamansari.

“Kami sudah mendaftarkan, hanya tinggal menunggu proses saja. Mudah-mudahan pada awal atau pertengahan Februari, pembangunan sudah berproses. Proses pembangunan nanti dimulai pembersihan dulu dan pematangan lahan lalu pembangunan pondasi,” kata Nunun pada Kamis (23/1/2020).

Menurut dia, apabila proses pembangunan berjalan sesuai rencana, sebanyak 185 kepala keluarga (KK) rukun warga (RW) 11 rumah deret Tamansari bisa menempati rumah deret pada Oktober mendatang.

“Target enam bulan pembangunan kalau lancar semua selesai Juli. Kemudian ada pemeliharaan dan pembuatan sertifikat laik fungsi. Jadi kalau lancar ya sekitar Oktober sudah bisa dihuni,” ucapnya.

Di tahap pertama ini Nunun menyebutkan rumah deret Tamansari akan dibangun sekitar 180 unit. Nantinya secara keseluruhan rumah deret Tamansari akan dibuat 497 unit dan diperuntukan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Khusus bagi 185 warga RW 11 Tamansari yang sudah ikut program rumah deret mendapat banyak keistimewaan. Selain diprioritaskan menempati unit rumah deret, mereka akan mendapat gratis sewa selama lima tahun dan potongan bayar sewa 50 persen pada lima tahun berikutnya.

Pemkot Bandung belum menentukan biaya sewanya. Namun dalam aturan sebelumnya, bangunan yang memakai lift dikenakan sewa antara Rp300.000-900.000 per bulan. Ada dua macam tipe yaitu tipe 33 dan tipe 39.

“Itu tergantung nanti kebutuhan warga dan sesuai kepala keluarga yang ada,” ujar dia.

Dia memastikan rumah deret Tamansari akan menjadi hunian yang layak bagi masyarakat Kota Bandung. Bukan hanya penataan dari segi tampilannya saja, namun fasilitas sosial dan lingkungannya pun turut diperhatikan.

“Bangunannya sekitar enam lantai untuk tahap pertama. Konsepnya ke arah rumah panggung. Kita lebih ke konservasi tanah yaitu menyerapkan air ke tanah dan ada ruang terbukanya. Nanti di atasnya ada roof garden dan ada selasar untuk ruang pertemuan warga, ada masjid, ruang usaha dan ruang serbaguna,” tandasnya. (yogo triastopo)