Upaya Turunkan HPP Pupuk, PKC Genjot Festival Inovasi

Upaya Turunkan HPP Pupuk, PKC Genjot Festival Inovasi
Foto: Asep Mulyana

INILAH, Purwakarta – PT Pupuk Kujang Cikampek (PKC) saat ini berupaya untuk menekan harga pokok penjualan (HPP) pupuk. Mengingat, saat ini HPP produk pupuk yang diproduksi perusahaan BUMN ini lebih tinggi dibanding harga pupuk internasional.

Untuk diketahui, saat ini harga pupuk internasional tercatat di angka US$210 per ton. Sementara, HPP produk PKC berada di angka US$285,43 per ton. Artinya, selisih yang ada itu lebih mahal sebesar US$75,43.

Ketimpangan HPP itu diakui Direktur Utama PT PKC Karawang Bambang Eka Cahyana. Untuk itu, pada 2020 ini jajarannya menguatkan komitmen untuk bersama-sama berinovasi. Sebab, menurutnya ide-ide kreatif itu sangat penting dilakukan supaya eksistensi perusahaannya mampu bertahan untuk berkompetisi sehat di pasar global.

“Jika beragam program inovatif ini berhasil, optimisme menejemen untuk menurunkan HPP dipastikan akan terwujud. Dengan begitu, perusahaan kami pun bisa bersaing di pasar global,” ujar Bambang, Kamis (23/1/2020).

Dia menyebutkan, guna mewujudkan komitmen tersebut kini pihaknya menggelar Festival Inovasi yang dilakukan secara internal. Menurutnya, dalam program tersebut seluruh unit kerja di PKC diharapkan bisa membuat ide-ide kreatif yang salah satu implikasinya agar HPP pupuk bisa ditekan. 

"Lebih dari itu, Festival Inovasi ini sengaja digagas untuk menumbuhkan iklim kompetisi yang sehat antarkaryawan. Jadi, masing-masing unit kerja harus menuangkan ide kreatif atau inovasi bagaimana supaya HPP pupuk ini turun,” jelasnya.

Bambang menambahkan, Festival Inovasi ini merupakan kegiatan rutin di bawah koordinasi Badan Pembina Menejemen Mutu Terpadu (BPMMT) yang telah dilakukan perusahaannya selama lebih dari 30 tahun lalu.

“Kami juga bersyukur, karena program ini turut mengantarkan Pupuk Kujang hingga meraih penghargaan tingkat nasional maupun internasional pada 2019 kemarin,” tambahnya. (Asep Mulyana)