Rp30 Miliar Digelontorkan, Penataan Kawasan Suryakencana Dilanjut

Rp30 Miliar Digelontorkan, Penataan Kawasan Suryakencana Dilanjut
Foto: Rizki Mauludi

INILAH, Bogor - Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Bogor mengucurkan anggaran Rp30 miliar untuk penataan kawasan Suryakencana dan tujuh koridor tahun ini. 

Kepala DPUPR, Chusnul Rozaqi mengatakan, anggaran Rp30 miliar tersebut merupakan dana bantuan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Penataan kawasan Jalan Suryakencana meliputi Jalan Suryakencana, Rangga Gading, Lawang Seketeng, Kampung Cincau terusan Padasuka dan tujuh koridor ditambah Jalan Roda. 

"Penataan dimulai dengan jalan, pedestrian, saluran air sama pendukung lain seperti PJU dan segala macam. Untuk tujuh koridor tinggal sentuhan kepada ornamen dinding. Sedangkan lantainya sudah kemarin," ungkap Chusnul.

Chusnul menjelaskan, terkait keberadaan pedagang di Jalan Pedati dan Lawang Seketeng, pihaknya telah berkoordinasi dengan pihak Perumda Pasar Pakuan Jaya (PPJ) termasuk Dinas Koperasi dan UMKM. Informasinya para pedagang nantinya akan direlokasi ke lantai 3 pasar Bogor. 

"Iya, Perumda PPJ sudah menyiapkan tempat di lantai 3 pasar Bogor. Para pedagang di sana akan direlokasi ke lantai 3," tambahnya.

Chusnul juga memaparkan, untuk penataan di Jalan Pedati tidak jauh berbeda dengan di Jalan Bata. Disitu juga masih ada fungsi gudang-gudang, jadi sama seperti di Jalan Bata.

"Tapi pedagang dipindah. Apakah nantinya disitu akan ada pedagang lagi, kita belum tahu konsep kedepan dari Dinas Koperasi dan UMKM seperti apa," paparnya.

Ia membeberkan, DPUPR selaku satuan kerja kegiatan menargetkan pelaksanaan pembangunan sudah dimulai pada April. Saat ini, ia tengah mempersiapkan untuk melelangkan paket senilai Rp30 miliar tersebut dan diperkirakan berkas-berkas sudah masuk ke Unit Layanan Pengadaan (ULP) bulan depan. 

"Kemungkinan lelang pada bulan Februari akhir. Jika proses lelang 30 hari maka pekerjaan bisa dimulai bulan April. Pelaksanaannya sekitar selama tujuh bulan. Tapi itulah jika tidak ada gagal dalam proses lelangnya," pungkasnya. (Rizki Mauludi)