Bupati Dadang ke Pemda Lain: Jangan Saling Bajak Atlet!

Bupati Dadang ke Pemda Lain: Jangan Saling Bajak Atlet!
Bupati Bandung Dadang Naser membuka Rapat Anggota Tahunan KONI Kabupaten Bandung sekaligus memberikan "Kadeudeuh" bagi atlet Kabupaten Bandung yang berprestasi di ajang SEA Games Manila 2019 di Soreang, Kamis (23/1/2020). (Dani R Nugraha)

INILAH, Bandung- Bupati Bandung Dadang M. Naser mengajak semua pemerintah daerah menolak jual-beli atlet serta serius melakukan pembinaan terhadap atlet.

Menurutnya, kewajiban pemda adalah menggelontorkan anggaran untuk pembinaan, bukan untuk pembelian atlet. Dadang mengatakan, hingga saat ini masalah jual-beli atlet masih terus terjadi. Termasuk banyak atlet Kabupaten Bandung yang memperkuat daerah lain.

Kata dia, atlet Kabupaten Bandung yang memperkuat daerah lain tersebut justru merupakan atlet-atlet yang pernah menjadi andalan atau setidaknya lapis kedua. Atau bukan atlet lapis ketiga yang memang masih butuh pembinaan.

"Kalau yang diambilnya itu lapis ketiga dan keempat saya tidak masalah. Tetapi ini yang diambil kualitas satu dan dua nanti saat bertanding dengan atlet kami yang kualitas di bawahnya, kami kalah," kata Dadang, usai membuka Rapat Anggota Tahunan KONI Kabupaten Bandung sekaligus memberikan "Kadeudeuh" bagi atlet Kabupaten Bandung yang berprestasi di ajang SEA Games Manila 2019 di Soreang, Kamis (23/1/2020).

Melihat fenomena yang selama ini terjadi, Dadang mengajak semua pemda di Jabar untuk tidak bersikap pragmatis dan fokus melakukan pembinaan. Jangan hanya memikirkan gengsi sesaat dan membeli atlet dari daerah lain.

"Kami menggelontorkan APBD untuk melakukan pembinaan dan mencetak atlet berprestasi. Namun kalau daerah lain masih pragmatis terus ya tidak usah membina, ayo kita perang beli atlet saja. Anggaran pembinaan tidak perlu ada, beli atlet aja yang mahal sekalian tetapi itu kan tidak benar," ujarnya. 

Meskipun demikian, Dadang menegaskan bahwa pihaknya masih akan terus konsisten melakukan pembinaan. Namun hal itu saat ini didukung juga dengan perhatian yang terus ditingkatkan demi membentengi atlet agar tidak tergiur mutasi transaksional. Salah satu langkahnya ada pemberian insentif dan kadeudeuh kepada atlet berprestasi.

 "Kami akan upayakan penghargaan, kadeudeuh, bonus sama dengan Kota Bandung," katanya.

Ketua KONI Kabupaten Bandung Herda M. Ghani. Ia mengatakan, pihaknya saat ini sudah menerapkan sistem insentif berjenjang untuk atlet Kabupaten Bandung. Kata dia,  semakin tinggi prestasi yang diukir oleh atlet, maka semakin besar pula insentif dan kadeudeuh yang akan mereka terima. Dengan begitu, ia berharap tidak ada lagi atlet Kabupaten Bandung yang tergiur pindah ke daerah lain.

Sementara itu Ketua Umum KONI Jawa Barat Ahmad Saefudin mengapresiasi pemberian kadeudeuh yang diberikan oleh KONI dan Pemkab Bandung kepada atlet mereka yang berpretasi di SEA Games 2019.

 "Ini bukan sekedar penghargaan saja tetapi bagian kepemilikan. Kepala Daerah merasa memiliki atlet dan atlet merasa memiliki kepemimpinan yang didambakan selama ini," ujarnya.

Kata Ahmad, penghargaan seperti ini bisa menjadi benteng bagi daerah untuk melindungi atletnya agar tidak pindah ke daerah lain. Karena memang alasan perpindahan atlet sebagian besar bukanlah karena daerah lain yang mengambil.

"Sekarang perpindahan itu apakah daerah lain mengambil atau daerah asalnya yang membiarkan. Lebih banyak justru disebabkan daerah asal yang cenderung membiarkan. Makanya tata kelola dan kualitas organisasi KONI di daerah juga harus terus ditingkatkan," ujarnya.

Dalam kesempatan itu, hadir juga Forum Komunikasi Pimpinam Daerah (Forkompimda) Kabupaten Bandung, diantaranya, Bupati Bandung Dadang M Naser, Komandan Lanud Sulaiman, Kolonel Pnb Mohammad Nurdin, Kapolresta Bandung, Kombespol Hendra Kurniawan dan lainnya. (rd dani r nugraha).