Guru Sumut Apresiasi Pelatihan Praktik Baik Pembelajaran Step Tanoto

Guru Sumut Apresiasi Pelatihan Praktik Baik Pembelajaran Step Tanoto
Ilustrasi (Antara)

INILAH, Medan - Para guru sekolah dasar di Sumatera Utara (Sumut) mengapresiasi pelatihan praktik baik pembelajaran modul II program School Transition and Empowerment Project (STEP) yang digelar Tanoto Foundation.

"Pelatihan itu banyak memberikan pencerahan kepada guru khususnya dalam mengatasi masalah dalam belajar dan mengajar," ujar Guru SDN 14 Desa Sena, Kecamatan Pangkatan, Kabupaten Labuhan Batu, Tiur Magdalena Sihotang di Medan, Kamis.

Tiur menjadi salah satu dari 220 guru yang menjadi peserta Pelatihan Praktik Baik Pembelajaran Modul II Program STEP yang dilakukan Tanoto Foundation. 220 guru itu berasal dari 6 kabupaten/kota di Sumut.

Tiur mengatakan, banyak manfaat yang didapatkannya dengan mengikuti pelatihan modul II program STEP itu. Cara mengajar lebih kreatif sehingga guru tidak terlalu banyak bicara dan menjadi bosan seperti selama ini.

"Sistem pembelajaran yang dua arah yakni melibatkan murid membuat mengajar lebih 'hidup' ," lanjut Guru IPS itu.

Guru SDN 010046 Labuhan Ruku, Talawi, Kabupaten Batubara,Wira Ahmad Riza Situmorang juga mengaku hal sama. "Ilmu mengajar semakin banyak dengan mengikuti pelatihan Tanoto Modul II Program STEP," tambah Guru IPA itu.

Hal yang juga menguntungkan adalah bertemu dan berkenalan dengan para guru peserta pelatihan dari berbagai kota yang juga dimanfaatkan saling tukar informasi dan pengalaman.

Koordinator Provinsi Tanoto Foundation Sumut, Yusri Nasution menjelaskan, program STEP memberikan kesempatan bagi guru yang mengajar di kelas untuk mengembangkan kapasitas sebagai pendidik yang handal dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah.

Untuk mengoptimalkan peran guru pelatihan STEP sendiri difokuskan pada mata pelajaran Bahasa Indonesia, IPS, IPA dan Matematika.

"Tanoto komitmen meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah sehingga para pengajar perlu dipersiapkan untuk memiliki kemampuan dalam menerapkan praktik-praktik baik dalam pembelajaran di kelas terutama di tingkat sekolah dasar atau madrasah," jelasnya.

Pola pembelajaran aktif itu, katanya juga selaras dengan Merdeka Belajar yang disampaikan Menteri Pendidikan, Nadiem Makarim.

"Tanoto Foundation berharap guru yang telah dilatih bisa menerapkan hasil-hasil pelatihan untuk menjadi role model guru kelas di sekitar lingkungan sekolah sehingga dapat mendongkrak indeks peningkatan pendidikan di Sumut," terangnya.

Koordinator Daerah Program STEP, Felly Ardan mengatakan, pelatihan STEP difasilitasi oleh 20 orang fasilitator terbaik yang dipilih dari Program STEP dan fasilitator dari Program PINTAR.

Tanoto, ujarnya mempersiapkan para fasilitator terbaik yang juga berprofesi sebagai guru kelas mata pelajaran untuk memandu penyampaian materi pelatihan.

Selain guru, Tanoto juga menyiapkan Training Specialist untuk memantau para fasilitator dalam menyampaikan materi pelatihan sehingga setelah pelatihan para guru benar-benar siap untuk terjun di kelas dengan praktik baiknya. (antara)