Dispora Jabar: Paskibraka Bukan Sekadar Baris-berbaris

Dispora Jabar: Paskibraka Bukan Sekadar Baris-berbaris
Ilustrasi (istimewa)

INILAH, Bandung - Menjadi anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) bukan satu hal yang mudah. Tak hanya mahir dalam baris-berbaris, anggota Paskibraka membutuhkan mental dan fisik yang mumpuni.

Rangga Wirabrata Mahardika tercatat pernah menjadi Paskibraka Nasional yang mewakili Jawa Barat dan bertugas sebagai pembentang bendera pusaka di Istana Negara pada 2019 lalu. Tak hanya kesiapan fisik, ia juga harus menyiapkan mental agar bisa tetap berlatih dengan baik dan disiplin.

Rangga merupakan satu di antara Paskibraka Jawa Barat yang beruntung untuk tampil di tingkat nasional. Tak hanya sebuah kebanggaan yang dirasakan, berbagai keuntungan bisa didapatkan ketika berhasil menjadi Paskibraka di level nasional.

Capaian yang telah di raih Rangga, tentunya ingin diraih oleh Paskibraka Jawa Barat lainnya. Guna merealisasikan impian para Paskibraka lainnya, Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Jawa Barat memberi dukungan penuh agar setiap pemuda khususnya yang mengikuti kegiatan Paskibraka bisa tampil dan bisa mewakili Jawa Barat di tingkat nasional.

Selain itu, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil sempat berpesan dalam pengukuhan anggota Paskibraka Jawa Barat tahun 2019 lalu, ia mengatakan "Saya mengucapkan selamat. Anda semua adalah orang-orang terpilih dan terbaik mewakili generasinya di Jawa Barat," kata Emil, saat memberikan amanatnya.

"Lencana kepemimpinan itu adalah lencana keteladanan. Artinya, dengan lencana itu, adik-adik harus bisa menjadi inspirasi atau teladan dalam ucapan dan tindakan di kehidupan sehari-hari. Adik-adik harus di depan dalam membela Negara Kesatuan Republik Indonesia," imbuhnya.

Emil pun minta para anggota Paskibraka Jabar untuk menjelaskan sekaligus mengamalkan Pancasila. "Adik-adik harus meresapi isi dari Undang-Undang Dasar 1945 dan membela yang namanya Bhinneka Tunggal Ika," ucapnya.

Selain itu, Emil mengingatkan anggota Paskibraka Jabar untuk terlibat dalam kepemimpinan Indonesia di masa depan. Indonesia diprediksi akan menjadi negara adidaya dalam 30 tahun mendatang.

Kasie Kepeloporan Pemuda Ade Romadya mengatakan, Paskibraka secara langsung berada di bawah naungan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Jawa Barat. Awalnya memang berada dalam asuhan Dinas Pendidikan (Disdik) Jawa Barat. Kegiatan Paskibraka lebih berfokus menjelang peringatan Hari Jadi Republik Indonesia (HUT RI) yang jatuh pada 17 Agustus setiap tahunnya baik yang dilaksanakan di provinsi maupun nasional.

“Untuk Paskibraka yang bertugas mengibarkan dan menurunkan bendera pada HUT RI di tingkat nasional, perwakilannya dari masing-masing provinsi dan akan direkrut satu pasang mewakili provinsinya. Sedangkan untuk pengibar dan penurunan bendera di Jabar itu berasal dari 27 Kabupaten/kota di Jawa Barat melalui seleksi yang cukup ketat,” katanya di kantor Dispora Jabar, Arcamanik, Rabu (23/1/2020).

Ade menjelaskan, sebanyak 108 orang pasang putra dan putri akan kembali diseleksi, kemudian akan diambil 54 orang putra dan putri terbaik terpilih yang akan mengibarkan bendera di Provinsi Jabar.

Seleksi dilaksanakan pada bulan April mendatang.

“Dalam proses seleksi dan pembinaan Paskibraka, Dispora Jabar selalu berkoordinasi dengan Purna Paskibra Indonesia (PPI). Tahun lalu Dispora sempat menggelar lomba Regu Pengibar Bendera (Rukibra) dan Lomba Keterampilan Baris Berbaris (LKBB) dengan peserta hingga 130 grup dan dalam satu grupnya ada 40 orang,”jelasnya.

Ade mengungkapkan, pemusatan pelatihan dan pembinaan Paskibraka dimulai tanggal 17 Agustus yang di fokuskan di PPI. Namun untuk tempat tak hanya di PPI, terkadang disesuaikan dengan kebutuhan mereka. Tahun 2019 lalu, jumlah Paskibraka hanya ada 36 orang dikarenakan keterbatasan anggaran, namun di tahun ini kembali ke jumlah awal, yakni 54 orang.

“Para Paskibraka yang akan bertugas akan langsung mendapat pembinaan dari Rindam, PPI, dan Dispora Jabar. Tujuannya agar Paskibraka Jawa Barat menjadi para Paskibraka yang berkualitas yang nantinya akan mewakili Jawa Barat untuk bertugas sebagai pengibar dan penurun bendera pusaka di tingkat nasional,” ungkapnya.

Ade mengatakan, tahun lalu dari Jawa Barat Rangga menjadi salah satu pengerek bendera pusaka di Istana Negara dan tahun sebelumnya pun ada Tarisa yang bertugas sebagai pembawa baki sang Saka Merah Putih. “Kami bersyukur, di Jabar selalu ada yang memiliki peran utama dalam tugas peringatan HUT RI setiap tahunnya,” katanya.

Bagi Paskibraka yang terpilih menjadi pengibar di Istana Negara memiliki kesempatan besar untuk bisa bergabung menjadi anggota TNI dan Polri serta menjadi Aparatur Sipil Negara di Jabar. Namun, kembali pada para Paskibraka nya sendiri bersedia atau tidaknya.

Ade menambahkan, Paskibraka itu kan manusia-manusia yang terlatih begitu disiplin diharapkan mampu jadi pemicu bagi lingkungan sekolah, lingkungan masyarakat, dan turut berpartisipasi. Karena Paskibraka itu tidak hanya di provinsi ada di sekolah-sekolah kabupaten, kota, kecamatan itu pasti ada Paskibra-nya.

“Dengan ikut Paskibra maka kedisiplinan generasi muda itu mudah-mudahan lebih meningkat karena kita sadar bahwa masa depan itu harus dibina dari sekarang,” tandasnya. (agus sn)