Pemuda Pelopor Solusi Hadapi Persaingan Global

Pemuda Pelopor Solusi Hadapi Persaingan Global
Ilustrasi (istimewa)

INILAH, Bandung - Saat ini, Indonesia dihadapkan pada tantangan yang lebih besar yaitu bagaimana memperkuat karakter dan jati diri pemuda di era globalisasi, meningkatkan daya saing pemuda untuk menghadapi peluang bonus demografi 2020-2035.

Seperti AFTA (Asean Free Trade Area), ASEAN Economic Community (AEC), dan optimaslisasi peran organisasi kepemudaan dalam pengembangan kepemimpinan dan kepeloporan pemuda.

Dalam menghadapi tantangan tersebut diperlukan kesempatan yang seluas-luasnya bagi pemuda untuk berperan aktif dalam pembangunan di segala aspek kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara dalam rangka menumbuh kembangkan kepeloporan di kalangan pemuda.

Melihat kondisi bangsa saat ini, kepeloporan pemuda sangat diperlukan untuk dapat melakukan terobosan bagi upaya mengatasi masalah-masalah yang sedang dihadapi. Secara lebih mendetail, kepeloporan pemuda sejatinya merupakan wahana memecahkan berbagai masalah terkait dengan penguatan nation and character building dan mengatasi masalah sosial kepemudaan lainnya. Di sinilah pemuda diharapkan tampil di garda terdepan untuk memberi kontribusi efektif, kreatif, dan inovatif.

Badan Pusat Statistik (BPS) memproyeksikan jumlah pemuda (usia 16 tahun sampai 30 tahun) pada tahun 2015 mencapai 62,24 juta, atau sekitar 26 persen dari jumlah penduduk Indonesia. Jumlah penduduk usia pemuda yang tinggi merupakan berkah, peluang, dan dapat memberikan manfaat dalam pembangunan manakala disiapkan dan dikelola secara baik dan benar, namun sebaliknya akan menjadi bencana besar manakala tidak dipersiapkan secara matang dan sungguh-sungguh sebagai sumber daya pembangunan bangsa dan bernegara.

Guna mendorong munculnya para pemuda yang memiliki jiwa kepeloporan maka pemerintah melalui Kementrian Pemuda dan Olahraga memberikan penghargaan kepada para pemuda yang telah menunjukkan semangat dalam mengembangkan potensi diri, merintis jalan, melakukan terobosan, menjawab tantangan, dan memberikan jalan keluar atas berbagai masalah.

Hal ini sebagai wujud perhatian yang tinggi pemuda kepada pemuda yang telah menunjukkan prestasi dan kepeloporannya melalui program pemilihan pemuda pelopor.  Pemilihan pemuda pelopor tingkat nasional diselenggarakan secara berjenjang, mulai dari tingkat kabupaten/kota, provinsi dan nasional, yang puncaknya adalah pemberian penghargaan pada acara Peringatan Hari Sumpah Pemuda yang dilaksanakan setiap tanggal 28 Oktober.

Pemilihan Pemuda Pelopor Tahun 2019 ini dilakukan dengan melibatkan sebanyak mungkin partisipan pemuda. Lingkup dan jenis kepeloporan pun di perluas dengan harapan dapat memberikan kesempatan  yang lebih luas  kepada pemuda dan memberikan penghargaan bagi mereka  yang layak menyandang predikat sebagai pemuda pelopor.

Pemilihan Pemuda Pelopor mencakup  5 (lima) bidang kepeloporan pemuda yaitu ; Pendidikan (2) Agama, Sosial, dan Budaya, (3) Pengelolaan Sumber Daya Alam, Lingkungan dan Pariwisata, (4)  Pangan (5) dan Inovasi Teknologi.

Dalam rangka merealisasikan program tersebut, Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Jawa Barat melalui Bidang Kepemudaan melakukan pembinaan peningkatan program, di antaranya kepeloporan pemuda, kepemimpinan pemuda dan juga melaksanakan program pembinaan terhadap kepramukaan dan Paskibraka.

Implementasi program Pemuda Pelopor, pertukaran pemuda antar negara yang pesertanya berasal dari seluruh provinsi di Indonesia, ada juga kepesertaan pemuda Jawa Barat dalam kegiatan Kapal Pemuda Nusantara yang diadakan Kementrian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) RI. Sedangkan dari segi kepemimpinan berfokus pada seleksi Pasukan Pengibar Bendera (Paskibraka) yang di pusatkan menjelang pengibaran bendera pusaka pada 17 Agustus yang digelar setiap tahunnya.

“Program pertukaran pemuda antar negara diikuti oleh perwakilan pemuda dari seluruh provinsi di Indonesia, biasanya kita hanya memilih tiga oranga untuk direkrut mengikuti program ini, namun mudah-mudahan di tahun ini bisa ada peningkatan peserta yang mewakili Jawa Barat,” kata Ade Romadya Kasie Kepeloporan Pemuda, Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Jabar, di Kantor Dispora Jabar, Arcamanik, (21/1/2020).

Dasar yang menjadi tugas pokok dan fungsi (Tupoksi) tercantum dalam Peraturan Gubernur Nomor 63 tahun 2016 adalah pada Bidang Layanan Kepemudaa ada tiga bidang, diantaranya Kepeloporan Pemuda, Kewirausahaan, dan Tenaga Organisasi Pemuda. Tupoksinya adalah memfasilitasi Kepeloporan Pemuda.

Ade mengatakan, akan ada banyak kegiatan-kegiatan yang terkait dengan aktivitas kepemudaan pada tahun 2020 ini. “Kita melaksanakan lima kegiatan, ada dua 3 program unggulan gubernur, yakni Jabar Future Leader, Jabar Innovation Summit, dan Jabar Innovation Fellowship yang berada di