Kota Bandung Akan Miliki Urban Data Lab

Kota Bandung Akan Miliki Urban Data Lab
(istimewa)

INILAH, Bandung - Beberapa hari lalu, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Bandung bersama future city summit (FCS) menggelar public private partnership (PPP). 

FCS itu sendiri merupakan lembaga nirlaba yang fokus pada peningkatan kapasitas kota cerdas di berbagai bidang. Kegiatan yang mulai pada 20 Januari ini fokus kepada tiga bidang. 

Ketiga bidang tersebut adalah wisata heritage, ekonomi kreatif, dan pengelolaan data berbasis digitalisasi khususnya data kepariwisataan dan ekonomi kreatif di Kota Bandung. 

Kepala Disbudpar Kota Bandung Kenny Dewi Kaniasari mengatakan, mereka peserta PPP mengikuti program desain jam untuk mendesain konsep urban data lab atau co-working space. 

"Desainnya di sesuai dengan kebutuhan dan keinginan para pelaku industri kreatif dan pariwisata di Bandung. Nantinya hasil desain jam ini dikompetisikan di hari terakhir pelaksanaan PPP by Youth dan dinilai oleh dewan juri dari FCS dan perwakilan dari Disbudpar Kota Bandung,” kata Kenny. 

Menindaklajuti program tersebut, Disbudpar Kota Bandung dan FCS disebut dia akan membuat kesepakatan bersama guna menjalankan program urban data lab selama dua tahun ke sepa. 

“Targetnya menciptakan industri ekonomi kreatif dan membangun wisata heritage yang berdaya saing global serta pengelolaan data kepariwisataan yang berbasis digitalisasi,” ucapnya. 

Direktur FCS Shadman Sadab mengakui Kota Bandung adalah gudangnya pelaku industri kreatif. Dia mengungkapkan, koleganya di Jakarta selalu merujuk Kota Bandung soal kreativitas dan seni.

“Bandung memiliki seluruh sumber daya terbaik. Ada banyak pembuat tekstil terbaik, tokoh industri kreatif, anak-anak muda yang antusias, serta pemerintah yang berkomitmen untuk membangun ekosistem yang dibutuhkan,” kata Shadman.

Karena itu, pihaknya ingin agar proyek urban data lab ini akan bisa mendorong pertumbuhan industri dalam dua tahun ke depan. FCS pun akan melakukan pendampingan dalam mengoptimalkan program tersebut sehingga akan berdampak pada Kota Bandung.

“Kami hadir untuk menjembatani sumber-sumber daya yang ada, sehingga mengoptimalkan potensi Kota Bandung agar Bandung bisa berarti di Indonesia dan di dunia,” ucapnya. (yogo triastopo)