Ratusan Rumah di Baleendah dan Dayeuhkolot Kembali Terendam Banjir

Ratusan Rumah di Baleendah dan Dayeuhkolot Kembali Terendam Banjir
Warga di Kecamatan Baleendah dan Kecamatan Dayeuhkolot kembali terendam banjir, pada Jumat (24/1/ 2020). (Dani R Nugraha)

INILAH,Bandung- Ratusan rumah warga di Kecamatan Baleendah dan Kecamatan Dayeuhkolot kembali terendam banjir, pada Jumat (24/1/ 2020). Banjir yang merendam rumah warga tersebut berasal dari luapan air dari Sungai Citarum. 

Ketinggian rendaman banjir di dua kecamatan tersebut cukup variatif. Mulai dari 30 sentimeter hingga 80 sentimeter. Sejumlah warga khawatir jika banjir akan semakin meninggi, karena intensitas hujan cukup tinggi. 

Atep salah seorang warga Desa Bojongasih, Kecamatan Dayeuhkolot mengatakan, banjir merendam perumahan warga diakibatkan hujan deras yang mengguyur kawasan itu sejak Kamis (23/12020), malam. 

"Dari kemarin hujan terus turun, nggak lama air dari Sungai Citarum meluap langsung masuk ke perumahan warga," kata Atep di lokasi banjir. 

Menurut Atep, banjir hingga saat ini belum dapat teratasi. Ia dan warga lainnya menduga, masih adanya sedimentasi di dasar Citarum yang membuat kedalaman sungai tersebut menjadi dangkal. Akibatnya, saat hujan deras air langsung meluap masuk pemukiman.

Hal senada juga dikatakan Agus, warga lainnya. Menurut Agus, sejak semalam, banjir di Dayeuhkolot sudah tinggi. Bahkan ada beberapa titik banjir yang mencapai lebih dari satu meter. 

Agus meminta pemerintah segera mengatasi persoalan banjir di Kecamatan Dayeuhkolot dan Kecamatan Baleendah. Sebab, banjir di dua kecamatan tersebut sudah terjadi cukup lama. 

"Sudah bertahun-tahun banjir. Dua kecamatan ini sudah menjadi langganan banjir. Warga sendiri ingin pemerintah segera atasi persoalan banjir tahunan ini," ujarnya. 

Berdasarkan pantauan dari lapangan, banjir  menyebabkan aktifitas warga jadi terhambat. Di Jalan Andir Baleendah terlihat banyak warga yang menerobos banjir dengan menggunakan kendaraan bermotor. 

Sedangkan di Kampung Bojong Asih, Kecamatan Dayeuhkolot, sejumlah warga harus rela banjir-banjiran jika akan melakukan aktifitas sehari-hari dan keluar dari perkampungan.(rd dani r nugraha).