Ketika Bibir Nirina Zubir 'Gatal' Ingin Bicara Bahasa Minang

Ketika Bibir Nirina Zubir 'Gatal' Ingin Bicara Bahasa Minang
Nirina Zubir. (Antara Foto)

INILAH, Jakarta- Aktris Nirina Zubir harus menahan diri untuk berbahasa Minang dengan fasih ketika melakoni karakter Nita dalam drama seri original GoPlay yang ia bintangi, "Saiyo Sakato".

Hal ini cukup "menyiksa" Nirina lantaran ia merupakan wanita berdarah Minang asli. Sementara Nita adalah wanita Minang yang lama tinggal di Jakarta dan jarang berbahasa daerah.

"Rasanya 'gatal' banget buat Nirina untuk ngomong Bahasa Minang, karena di sini karakternya adalah orang Minang yang sudah lama di Jakarta, jadi (Bahasa Minangnya) keluarnya sekali-sekali saja," kata Nirina saat ditemui di Jakarta, Jumat.

Sementara, lawan mainnya yakni Cut Mini yang berperan sebagai Mar digambarkan sebagai wanita Minang asli dan fasih berbahasa daerah Sumatera Barat itu.

Bagi Nirina, sulit rasanya untuk tak terpancing dan menanggapi dengan bahasa daerah yang familier baginya.

"Jadi walaupun aku orang Minang, jarang mengerluarkan ke'uni'annya Nirina. Itu tantangannya buat nahan agar Minang-nya enggak terlalu keluar, sedangkan I'm a very Minang person dan kalau kepancing gitu pingin ngomong juga," ujarnya.

Selain harus menahan diri untuk tak berbahasa Minang, mantan VJ MTV itu juga harus belajar memasak masakan Padang sebelum syuting, lantaran Nita diceritakan memiliki sebuah rumah makan Padang.

"Persiapannya sama kayak film, ada cooking class juga. Nita diharapkan bisa masak, jadi saya harus belajar sebelum syuting. Mulai dari memotong, goreng, ngulek, ngupas kunyit pake sendok," ungkap Nirina.

"Dan ini sebuah treatment yang Nirina hargai banget karena kalau serial dibuat seperti ini, maka akan membantu kualitas perfilman kita jadi lebih berwawasan dan kuat karena oersiapannya matang," kayanya lebih lanjut.

Serial garapan Gina S Noer dengan 10 episode ini berfokus pada Mar (Cut Mini) dan Nita (Nirina Zubir) yang mendapati kenyataan bahwa mereka ternyata berbagi suami yang sama, yaitu Da Zul (Lukman Sardi).

Kenyataan pahit tersebut mereka dapati tak lama setelah wafatnya Da Zul. Tidak hanya
berbagi suami, mereka juga mengelola restoran Minang dengan nama yang sama, "Saiyo Sakato". (antara)