Berdayakan Pemuda lewat Organisasi

Berdayakan Pemuda lewat Organisasi
Ilustrasi (istimewa)

INILAH, Bandung - Peran organisasi kepemudaan memang memiliki pengaruh yang cukup besar terhadap pembangunan bangsa. Keberadaannya acap kali menjadi garda terdepan dalam menyuarakan aspirasi rakyat yang membutuhkan keadilan dari pemerintah.

Organisasi kepemudaan di Indonesia seakan menjamur di kalangan masyarakat, mulai dari tingkat bawah, menengah, hingga ke level tertinggi. Hal tersebut menjadikan OKP menjadi bagian tak terpisahkan baik dari masyarakat maupun pemerintah.

Pada tanggal 23 Juli 1973, lahir sebuah organisasi kepemudaan melalui deklarasi yang awalnya merupakan gabungan dari kelompok Cipayung, binaan kader Golkar dan tentara yang dipimpin David Napitupulu dengan nama Komite Nasional Pemuda Indonesia atau lebih populer dengan singkatan KNPI.

KNPI dibentuk dengan maksud menumbuhkan, meningkatkan, dan mengembangkan kesadaran sebagai suatu bangsa yang merdeka dan berdaulat berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. Gayung bersambut, organisasi itu langsung mendapat restu dari Pemerintahan Orde Baru di tahun yang sama.

Dilihat dari sejarahnya, keberadaan KNPI memiliki peranan penting dalam setiap tahapan pembangunan di Indonesia. Perannya sebagai mitra pemerintah menjadikan KNPI sebagai organisasi kepemudaan yang dituntut memberikan kontribusi untuk bangsa.

Di Jawa Barat, KNPI merupakan organisasi yang mendapat pembinaan langsung dari Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Jabar. Ada 126 organisasi kepemudaan Jabar yang terdaftar berada di bawah naungan KNPI. Dalam hal ini, Dispora bekerja sama dengan KNPI terus melakukan pembinaan dan pemantauan terhadap kegiatan OKP tersebut.

Kasie Tenaga Organisasi dan Kepemudaan Ketut Wiriada mengatakan, tahun 2020 ini, KNPI mendapatkan dana hibah dari Gubernur sebesar Rp5 miliar. Dana tersebut akan dibagikan kepada OKP yang telah diseleksi oleh KNPI. Tujuan dari adanya seleksi tersebut adalah untuk memilih dan memilah OKP mana yang layak untuk memperoleh bantuan dana hibah gubernur.

Kita akan terjun secara langsung melihat OKP mana yang memiliki tempat atau kantor, mempunyai struktur organisasi, seperti ketua, sekretaris, bendahara, serta tingkat pendidikannya. Kita juga melihat sejauh mana reorganisasi itu berjalan, apakah ada regenerasi atau tidak, yang namanya organisasi pemuda tentunya harus ada regenerasi agar organisasi tersebut bisa terus berjalan dengan berbagai kreasi dan inovasi sesuai dengan harapan.

Ketut memaparkan, tak hanya KNPI, Dispora dalam hal ini Bidang Kepemudaan memiliki delapan kegiatan, di antaranya yang pertama, adalah latihan Kader Pemuda Antinarkoba; kedua, Kegiatan Peningkatan Potensi Kelembagaan dan Kemitraan Pemuda; ketiga, Kegiatan Pembinaan Mental Spiritual dan Ideologi Kebangsaan bagi Generasi Muda; keempat, Jabar Innovation Fellowship.

Kelima, Peningkatan Kualitas Kader Organisasi Kepemudaan; keenam, Pelatihan Kerelawanan Pemuda; ketujuh, Kegiatan Penyelenggaraan Kejuaraan dan Pengiriman Marching Band Gita Pakuan pada Kejurnas; dan terakhir, Kegiatan Pembinaan dan Pengembangan Marching Band Gita Pakuan.

“Tahun ini kita akan mengadakan kejuaraan marching band tingkat nasional, kita akan bertindak sebagai tuan rumah karena kita sudah berturut-turut dari tahun 2018 dan 2019. Marching Band Gita Pakuan selalu mendapatkan juara satu baik di tingkat nasional maupun internasional kemarin di Jakarta,” paparnya di kantor Dispora Jabar, Arcamanik, Kota Bandung, Jumat (24/1/2020).

Ketut mengungkapkan, Dispora sebagai pembina dari Marching Band Gita Pakuan, tahun ini jadi tuan rumah dan bisa juara pertama. “Kita harus bisa menjadi tuan rumah yang terbaik, administrasi terbaik dalam arti penanggung jawab kegiatan bisa berjalan dengan baik,” ungkapnya.

Kemudian, lanjut Ketut, untuk kader antinarkoba diharapkan pemuda di Jawa Barat tidak lagi terlibat dan menyalahgunakan zat adiktif itu. “Kita akan libatkan stakeholder yang menangani bahaya narkoba. Kita melibatkan BNN dan mantan pengguna narkoba sehingga mereka bisa menyampaikan tentang bahaya narkoba,” ungkapnya.

Kemudian di tahun 2020 ini, Peningkatan Potensi Kelembagaan Pemuda dibuat dalam tujuh kegiatan, masing-masing kegiatan diikuti 75 peserta. “Dalam kegiatan ini, organisasi kepemudaan yang ada di Jawa Barat mendapat bimbingan, arahan, dan pembinaan,” ujarnya.

Ada juga Kegiatan Pembinaan Mental Spiritual dan Ideologi Kebangsaan bagi Generasi Muda. Tahun 2020 ini, program tersebut diikuti 70 orang dengan tujuan pemuda-pemuda itu mempunyai jiwa integritas yang tinggi, jiwa nasionalisme yang tinggi khususnya jiwa memiliki terhadap Jawa Barat secara regional, kemudian secara nasionalnya wawasan kebangsaan NKRI.

Ketut mengungkapkan, program Gubernur Jabar yang sangat luar biasa salah satunya adalah Jabar Innovation Fellowship (JIF). Ini merupakan tahun kedua dan ada peningkatan peserta. Jika tahun kemarin hanya 40 orang yang ikut, untuk sekarang ada 80 orang dibagi menjadi 2 angkatan I dan angkatan II. Empat puluh orang pertama akan mengikuti kegiatan dari bulan Maret, Juni sampai dengan Juli. Kemudian yang kedua, mulai dari bulan Juli sampai dengan Oktober.

Ada pula Kegiatan Peningkatan Kualitas Kader Organisasi Kepemudaan dimana dalam sebuah organisasi pemuda harus ada regenerasi agar roda organisasi tersebut bisa terus berjalan dan tidak mengalami stagnan.

Terakhir, Kegiatan Kerelawanan Pemuda, bisa dikatakan sebagai volunteer atau relawan, kalau di Dinas Sosial itu ada Tagana. Di Dispora, para pemuda akan dibina dan dibentuk, apabila ada yang membutuhkan relawan sosial, para pemuda ini sudah siap dan tanggap dalam membantu masyarakat yang membutuhkan.

“Tak hanya itu, mereka juga bisa menjadi Tour Leader (TL) atau pemandu wisatawan lokal maupun asing, setelah para pemuda tersebut dibekali wawasan dan pengetahuan luas tentang Jawa Barat. Ke depan, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengharapkan kantor Pemerintahan Jawa Barat bisa menjadi destinasi wisata bagi masyarakat,” tandasnya. (agus sn)