Dirut PT Kampung Kurma Pasang Badan Selesaikan Persoalan

Dirut PT Kampung Kurma Pasang Badan Selesaikan Persoalan
Foto: Rizki Mauludi

INILAH, Bogor - PT Kampung Kurma akhirnya blak-blakan terkait isu dugaan investasi bodong dan dugaan kebangkrutan perusahaan. Direktur Utama PT Kampung Kurma Arfah Husaifah mengatakan, pihaknya sudah menyerahkan ratusan kavling kepada konsumen dari beberapa wilayah secara bertahap dari satu bulan lalu.

"Sampai saat ini saya masih berusaha menuntaskan proyek yang telah dibangun. Jadi tidak ada niat untuk kabur," terang Arfah di kantor pemasaran Kampung Kurma Jalan Pangeran Sigiro No 55, Kelurahan Tanah Baru, Kecamatan Bogor Utara, Sabtu (25/1/2020).

Arfah melanjutkan, dirinya bertanggung jawab penuh dengan kewajiban pihaknya untuk memberikan kavling ataupun refund yang diminta konsumen. Tercatat sudah sekitar 1.600 konsumen dari beberapa wilayah, Cirebon, Cianjur, Jonggol, Jasingan, Lebak Banten dan lainnya.

"Untuk pemberitaan dan kejadian selama ini, kami anggap positif apa yang telah terjadi. Sekarang kami tetep fokus perizinan ditempuh dan hal lain untuk mengadakan kavling," tuturnya.

Arfah menjelaskan, progres saat ini dibeberapa wilayah sudah ada yang cut and fill. Bahkan, lahan di Cirebon sudah ada yang berbuah. Untuk itu, dirinya mengimbau kepada konsumen yang tengah menempuh jalur pelaporan diharapkan bisa duduk bersama secara kekeluargaan untuk menyelesaikan tuntutan. 

"Jangan sampai dua orang menempuh jalur pelaporan, tapi lain ikut di rugikan dengan langkah dua konsumen itu. Kondisi yang ada sekarang memang aga kesulitan karena menunggu surat tanah diberikan dari perantara pembebasan tanah. Tapi, kami jamin kalau konsumen berharap kavling akan segera diberikan, begitu juga yang ingin refund akan diselesaikan. Tidak sampai 10 persen yang meminta refund, jauh lebih banyak keinginan kavling direalisasikan," jelasnya.

Di tempat yang sama, Ketua Tim 10 Tri Budi Widodo mengatakan tim 10 yang merupakan perwakilan dari Konsumen Kampung Kurma saat ini melihat kampung kurma berusaha sekuat tenaga menyelesaikan kewajibannya. Meski tidak secepat yang diharapkan konsumen. Namun yang perlu disampaikan pada saat ini, konsumen sudah mulai diberikan akte jual beli (AJB).

"Ya, ini tidak bodong, karena lahan setiap lokasi itu ada, ada juga lahan yang sudah diserahkan kepada konsumen sejak satu bulan lalu. Ada ratusan kavling yang sudah dilakukan AJB kepada konsumen. Ini akan berlangsung terus dilakukan setiap hari Sabtu karena konsumen bisa datang hari itu," paparnya.

Tri membeberkan, berkaitan dengan berita beberapa waktu lalu tentang kepailitan atau bangkrut, itu pun tidak benar. Bahkan, itu jadi dasar laporannya dari kedua konsumen. Sementara ribuan teman konsumen lainnya kecewa karena langkah teman itu. 

"Sekarang konsumen mendukung iktikad baik dari Kampung Kurma. Baiknya harus diselesaikan dengan duduk bersama," bebernya.

Sementara itu, tim legal dari PT Kampung Kurma Lilis Aryani Dalimunte mengatakan Kampung Kurma itu tidak bodong. Sebab, kavling dan suratnya ada. Selain itu ada bukti 300 kavling yang sudah diserahkan kepada konsumen. 

"Kenapa terlambat? Itu karena ada keterlambatan perantara menyerahkan surat ke pihak kampung kurma. Pembebasan ada, bisa dilihat dan ada buktinya di Cipanas Lebak, Jonggol, Jasinga dan lainnya. Saya baru ditunjuk satu bulan, tapi sudah 80 persen penyelesaian progresnya di semua titik," pungkasnya. (Rizki Mauludi)