Banjir Luapan Citarum Masih Rendam Pemukiman Warga di Baleendah-Dayeuhkolot

Banjir Luapan Citarum Masih Rendam Pemukiman Warga di Baleendah-Dayeuhkolot
Istimewa

INILAH,Bandung- Hujan deras yang mengguyur kawasan Bandung Raya sejak beberapa hari terakhir ini, membuat banjir yang terjadi dibeberapa kecamatan "langganan banjir" di Kabupaten Bandung tak kunjung surut. Seperti yang terpantau Kecamatan Baleendah dan Kecamatan Dayeuhkolot

Berdasarkan pantauan lapangan, genangan air dengan ketinggian antara 50 senti meter hingga lebih dari 2 meter, masih merendam ribuan pemukiman warga di tiga kecamatan tersebut. Salah satu lokasi dengan genangan cukup tinggi yakni di Kampung Jambatan Kelurahan Andir Kecamatan Baleendah.

Di tempat ini genangan air akibat luapan Sungai Citarum hampir melebihi atap rumah warga atau lebih dari 2 meter. Selain merendam pemukiman, banjir juga memutuskan akses Jalan Raya Andir-Katapang. 

Genangan air jug memutus akses Jalan Raya Anggadireja di dekat taman Kota Baleendah yang menghubungkan Baleendah-Dayeuhkolot. Akibatnya, pengguna jalan yang hendak menuju Kota Bandung dari arah Baleendah melalui Dayeuhkolot harus memutar arah ke Jalan Raya Bojongsoang-Buah Batu. Kemacetan arus lalu lintas pun kerap terlihat.

"Dari sudah beberapa hari ini banjir kembali merendam rumah kami. Kalau di Jalan Raya Andir- Katapang ini air tingginya sekitar 70 senti meter sampai 1 meter, tapi kalau di pemukiman ada yang lebih dari 2 meter ," kata Ade Barjah (45) salah seorang warga Kampung Jambatan, Minggu (26/1/2020).

Dikatakan Ade, sebagian warga telah mengungsi ke Gedung Inkanas, kemudian juga ke Kantor Kelurahan Andir dan juga ke sebuah masjid disekitar Andir. Sedangkan sebagian lainnya, masih ada yang bertahan di lantai dua rumah mereka.

"Sebagian warga sudah mengungsi tapi ada juga yang masih tinggal di lantai 2 rumahnya. Saya juga istri dan anak anak sudah mengungsi, cuma saya lihat dulu keadaan rumah. Rumah saya masih terendam air setinggi dada orang dewasa," ujar Ade.

Kondisi serupa juga terlihat di Kampung Bojongasih Desa/Kecamatan Dayeuhkolot. Di Kampung ini ratusan rumah warga terendam banjir sejak beberapa hari terakhir. Ketinggian antara 50 sentimeter hingga lebih dari 2 meter masih terterlihat. Genangan serupa juga terlihat di Kampung Bolero Desa Dayeuhkokot. Akibatnya, sebagian besar warga dari dua kampung ini mengungsi ke beberapa titik pengungsian yang telah disiapkan oleh pemerintah dan relawan.

"Air mulai masuk pemukiman kami sejak dua hari lalu, karena hujan terus mengguyur bukannya surut tapi malah semakin tinggi. Di dalam air ada yang sampai 3 meter lebih, hampir sampai kena genteng rumah. Kalau di jalan kampung ketinggian air sekitar 1 meter an lebih," kata Ridwan (37) salah seorang warga Kampung Bojongasih.

Sementara itu, Kapolresta Bandung Kombespol Hendra Kurniawan didamping Kapolsek Baleendah, Kompol Supriyono dan jajaran, menyambangi para pengungsi di Gedung Inkanas Baleendah. Selain memberikan bantuan, kehadiran mereka juga untuk memberikan dukungan moril pada para pengungsi agar tetap tabah dan bersabar menghadapi musibah banjir tersebut. 

"Genangan air masih merendam pemukiman warga dan juga memutus akses di Jalan Raya Anggadireja taman kota Baleendah-Dayeuhkolot. Sejak banjir merendam pemukiman warga, kami langsung menurunkan personil untuk membantu masyarakat. Sebagian besar warga korban banjir di Baleendah mengunggsinya di Gedung Inkanas ini. Kedatangan kami kesini untuk memberikan dukungan moril agar tetap tabah dan sabar dalam menghadapi musibah banjir ini," kata Indra.(rd dani r nugraha).