Screamous Andalkan Kolaborasi

Screamous Andalkan Kolaborasi
Foto: Doni Ramdhani

INILAH, Bandung - Founder Screamous Nino Norman mengatakan, dalam berbisnis clothing saat ini tak bisa hanya mengandalkan ego semata. Kolaborasi diakuinya menjadi strategi mumpuni untuk terus mendongkrak penjualan.

"Ya, gitu. Semua bisa berjalan dengan kolaborasi," kata Nino di Bandung, akhir pekan lalu.

Kini, brand distro miliknya kembali bekerja sama dengan seniman asal Jepang Usugrow. Kolaborasi ini diakuinya merupakan kali kedua dijalin. Sebelumnya, pada 2018 lalu brand lokal asal Bandung ini pun meminta secara khusus artwork buatan Usugrow.

"Untuk kolaborasi kali ini, Usugrow memberikan desain khusus untuk kita sebanyak tiga gambar. Desain itu akan kita pakai di produk sweater, t-shirt, long sleeve, dan jaket. Dan untuk itu, kita hanya membuat produk khusus ini dengan edisi terbatas," sebutnya.

Dia mengaku, sejauh ini berbagai kolaborasi yang dijalin dengan para seniman itu relatif mendongkrak penjualan. Meski demikian, dia tetap menyasar segmen pasar 17-35 tahun.

Terkait teknik sablon, Nino menyebutkan itu dilakukan dengan surface yang relatif halus. Dengan teknik tersebut, setiap detil gambar yang disablon itu akan muncul ke permukaan.

"Ke depan, kita akan terus meminta desain artlook spesial yang tetap berkolaborasi dengan seniman. Dalam waktu dekat, kolaborasi ini akan kita lakukan dengan sebuah band luar negeri," ujarnya.

Sementara itu, dalam setiap desain yang diberikan Usugrow itu tetap pada ciri khasnya. Seniman asal Fukushima itu tetap menggoreskan tinta hitam di atas kertas putih polos dengan desain tengkorak. Baginya, tengkorak adalah simbol alam semesta yang universal.

"Dalam menciptaka artwork, saya sangat menyukai huruf dan saya merasa ingin memiliki gambar dan huruf sendiri yang tidak bisa dimiliki orang lain. Inspirasi saya kebanyakan berasal dari grafiti geng motor di Jepang, di LA, sanskerta, dan tulisan kaligrafi," ujar seniman berambut gondrong lurus itu.