Program Dinilai Belum Terasa, GPII Jabar Kawal Pembangunan Desa

Program Dinilai Belum Terasa, GPII Jabar Kawal Pembangunan Desa
Foto: Rianto Nurdiansyah

INILAH, Bandung - Korps Mahasiswa (Korpma) Gerakan Pemuda Islam Indonesia (GPII) Jawa Barat siap menyokong pemerintah dalam merealisasikan sejumlah program. Khususnya yang digagas Pemprov Jabar untuk mendongkrak kemajuan desa. 

Hal tersebut disampaikan dari ketua Korpma GPII Jabar Umbara Wijaya Saputra usai pelantikan dan stadium general dengan tema “The New Era For Youth Power” di Aula Barat Gedung Sate, Kota Bandung, Sabtu (25/1/2020) malam.

Umbara memastikan, pihaknya siap melakukan pengawalan pembangunan desa di Jabar. 

”Kami membawa gagasan besar tentang pembangunan desa yang dirasa Pemerintah Provinsi Jabar belum maksimal dalam penyelenggaraannya. Contohnya adalah program Gubernur program One Village One Company yang dinilai belum terasa di masyarakat desa,” ujar Umbara. 

Korpma GPII sendiri adalah bagian dari otonom dari organisasi kepemudaan GPII yang berfokus pada segmentasi mahasiswa. Dengan begitu, dia mengatakan, pihaknya sangat tertarik untuk berperan pada isu pembangunan desa yang ada di Jawa Barat. Seperti halnya desa tertinggal dan tergilas oleh digitalisasi saat ini. 

“Kami sangat tergerak untuk membangun desa ketika saat ini masih ada desa-desa yang kurang maju dalam pembangunan,” katanya.

Umbara menambahkan, Korpma GPII Jabar bakal konsisten mendorong program pemerintah tentang pembangunan desa. Itu agar memberikan dampak yang luar biasa terhadap percapatan peningkatan pembangunan dan ekonomi desa.

“Kami berkomitmen akan mengawal program ini, karena kami sadar bahwa kami sebagai pemuda harus menjadi agen utama membangun desa di Jabar. Perlu ada sinergitas dan kolaborasi pemerintah dengan dengan kaum muda hari ini,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua PW GPII Jawa Barat Irwan Sholeh Amir mengatakan, menghadapi 4.0 ini dituntut untuk lebih kreatif. Terlebih mahasiswa merupakan agen perubahan sehingga harus bisa membuka peluang usaha sendiri dan juga bagi masyarakat luas. 

“Pengangguran di Jabar ini luar biasa banyak. Pekerjaan pun susah dicari. Maka kreativitas dan inovasi menjadi kunci utama di era ini,” ucapnya. 

Selanjutnya Irwan menambahkan, apa yang digagas oleh mahasiswa GPII dalam mengawal pembangunan desa harus dilakukan secara serius. Karena program Satu Desa Satu Perusahaan ini mampu memberikan kemandirian terhadap masyarakat desa.

“Warga desa gak perlu lagi cari kerja ke kota, ekonomi masyarakat desa akan naik, dan kesenjangan berkurang. Maka kita harus kawal terus program pembangunam desa ini,” pungkasnya. (Rianto Nurdiansyah)