203 Siswa SDN Cileuksa 02 Terpaksa Belajar Berdesakan di Satu Ruangan 

203 Siswa SDN Cileuksa 02 Terpaksa Belajar Berdesakan di Satu Ruangan 
Foto: Reza Zurifwan

INILAH, Sukajaya - Pasca-mengalami rusak berat pada awal tahun lalu akibat terkena bencana alam banjir bandang dan longsor, sebanyak 203 murid SDN Cileuksa 2 sudah mulai melakukan kegiatan belajar mengajar. Namun, mereka belajar di satu ruangan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Seruni yang tak jauh dari lokasi.

Akibat tidak seimbangnya jumlah ruangan dengan jumlah siswa ini, bisa dipastikan anak murid pun tidak nyaman dalam giat menempuh ilmunya. Pemerintah Desa Cileuksa berharap bangunan SDN Cileuksa 2 segera diperbaiki.

"Sejak beberapa hari lalu murid SDN Cileuksa 2 terpaksa belajar di satu ruangan di bangunan PAUD Seruni karena seluruh ruang kelasnya tidak layak karena mengalami kerusakan," ucap Jaro Ujang Kades Cileuksa kepada wartawan, Minggu (26/1/2020).

Dia berharap, bangunan SDN Cileuksa 2 segera diperbaiki atau direhabilitasi dan untuk sementara para murid dan guru juga butuh bantuan tenda sebagai ruang kegiatan belajar mengajar.

"Harapan kami tentunya Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor bisa segera memperbaiki atau merehabilitasi bangunan SDN Vileuksa 2 yang ambruk ataupun rusak berat. Selain itu kami juga butuh tenda sebagai tempat sementara giat belajar mengajar," harapnya.

Jaro Ujang menuturkan, selain murid  SDN Cileuksa 2 yang butuh uluran bantuan perbaikan bangunan sekolah lainnya juga butuh karena terancam mengalami kerusakan.

"Bangunan SDN Cileuksa 01, Cileuksa 03, Cileuksa 04 dan Cileuksa 05 dan MI (Madrasah Ibtidaiyah) Rancanangka juga terancam mengalami kerusakan hingga harus segera diperbaiki baik dari pemerintah daerah ataupun bantuan dari Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bogor," tutur Jaro Ujang.

Dia menjelaskan, selain membutuhkan bantuan tenda, seragam, sepatu, tas, buku maupun peralatan sekolah lainnya. Ratusan murid di Desa Cileuksa dan masyarakat juga butuh percepatan perbaikan insfrastruktur dan adanya layanan listrik dari PLN.

"Hambatan ratusan murid ini selain gedung sekolah yang rusak, juga adanya keterbatasan dlseragam, sepatu, tas, buku dan peralatan sekolah lainnya. Selain itu akses jalan yang rusak dan ketiadaan listrik juga menjadi kendala," jelasnya.

Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Bogor Ruhiyat Sujana minta Dinas Pendidikan segera memperbaiki banguna  sekolah yang rusak, baik itu di SDN Cileuksa 02, Cileuksa 01, Cileuksa 03, Cileuksa 04, Cileuksa 05 ataupun MI Rancanangka.

"Jangan dibiarkan anak murid giat belajar berdesak - desakan di satu ruangan, segera perbaiki bangunan sekolah yang ambruk ataupun terancam ambruk baik itu dengan menggunakan anggaran yang ada di Dinas Pendidikan ataupun anggaran Biaya Tak Terduga (BTT) yang ada di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD)," pinta Ruhiyat. (Reza Zurifwan)