Pemkab Purwakarta Antisipasi Dampak Perubahan Musim

Pemkab Purwakarta Antisipasi Dampak Perubahan Musim
Foto: Asep Mulyana

INILAH, Purwakarta – Sejumlah daerah kini memasuki musim penghujan. Untuk itu, jajaran Pemkab Purwakarta kini mulai memberikan perhatian ekstra dan menyiapkan berbagai langkah antisipasi.

Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika mengatakan, selain berpotensi terjadi bencana alam ancaman dari berbagai penyakit biasanya juga kerap bermunculan saat pergantian cuaca seperti itu. Salah satunya, penyebaran penyakit demam berdarah dengue (DBD) dan hepatitis.

Dia menuturkan, sebagai bagian dari antisipasi dampak dari pergantian cuaca ini pihaknya telah menguatkan koordinasi. Mulai dari aparat TNI/Polri, camat, hingga seluruh perangkat desa. Itu dilakukan agar jika terjadi bencana alam atau wabah penyakit di suatu wilayah bisa ditanggulangi sesegera mungkin.

“Komunikasi harus dikuatkan, sebagai langkah antisipasi guna meminimalisasi dampak yang timbul dari perubahan musim ini,” ujar Anne saat melakukan telekonferensi bersama unsur musyawarah pimpinan kecamatan (Muspika), Senin (27/1/2019).

Dalam pertemuan berbasis elektronik secara langsung itu, perempuan yang akrab disapa Ambu itu mengingatkan jika beberapa daerah di wilayahnya merupakan daerah rawan, baik rawan bencana maupun rawan penyebaran penyakit.

Dalam hal ini, pihaknya meminta supaya para pihak terkait hingga para kepala pemerintahan tingkat bawah untuk lebih tanggap bencana. Mengingat, wilayahnya merupakan salah satu daerah di Jabar yang cukup rawan, baik penyebaran penyakit maupun bencana alam.

“Sebagai bagian dari antisipasi, kami minta seluruh pihak untuk lebih tanggap. Kalau terjadi bencana, atau wabah penyakit di wilayah masing-masing segera laporkan pemkab,” jelasnya.

Untuk bencana alam, Anne menjelaskan di wilayah kerjanya ada tiga bencana alam yang paling diantisipasi. Yakni, tanah longsor, puting beliung, dan banjir. Untuk itu, memasuki musim penghujan ini harus ada antisipasi sejak dini. Supaya, bisa meminimalisasi dampak dari bencana alam tersebut. Sedangkan, untuk wabah penyakit, yang paling diantisipasi itu penyebaran DBD dan Hepatitis A.

Adapun sebagai bagian dari upaya tanggap bencana, sambung dia, salah satu yang dilakukan jajarannya yakni membentuk posko terpadu dibawah kendali Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (DPKPB) setempat. Dia berharap, dengan komunikasi satu arah ini dampak bencana alam bisa diminimalisasi.

Sedangkan, untuk antisipasi wabah penyebaran penyakit, Anne juga membuat layanan quick respon dibawah kendali Dinas Kesehatan setempat. Di dinas terkait, saat ini telah tersedia layanan call center jika ada masyarakat yang membutuhkan layanan kesehatan.

“Nanti, petugas di call center ini juga akan turut membantu jika ada masyarakat yang perlu dirujuk ke RS namun kesulitan mendapat kamar inap. Jadi, petugas akan membatu mengarahkan di RSmana yang tersedia kamar untuk pasien rujukan ini,” jelasnya.

Tak hanya menyiagakan petugas quick response, Anne juga memastikan layanan Puskesmas akan dibuka selama 24 jam penuh. Artinya, masyarakat yang sakit bisa datang kapan pun ke pusat kesehatan tersebut. (Asep Mulyana)