Di Purwakarta, DBD Timbulkan 5 Korban Meninggal dan 100 Pasien Dirawat

Di Purwakarta, DBD Timbulkan 5 Korban Meninggal dan 100 Pasien Dirawat
net

INILAH, Purwakarta – Plt Kepala Dinas Kesehatan Purwakarta Deni Darmawan menjelaskan, pada awal musim penghujan ini penyebaran demam berdarah dengue (DBD) dan hepatitis saat ini relatif memprihatinkan. 

"Untuk DBD, sepanjang Januari ini sudah ada 5 orang yang meninggal dunia. Selain itu ada sekitar 100 pasien dirawat. Namun, seratusan pasien ini statusnya baru suspek," kata Deni, Senin (27/1/2020).

Menurutnya, untuk penyebaran DBD itu hampir seluruh kecamatan merupakan wilayah endemis. Sedangkan, untuk penyakit hepatitis hanya dua kecamatan yang rawan. Yakni, Kecamatan Wanayasa dan Sukasari. 

"Saat ini, di dua kecamatan itu sudah ada yang terjangkit hepatitis,” tambahnya.

Dia menjelaskan, sebenarnya pengendalian dan pencegahan penyebaran DBD maupun hepatitis ini diperlukan upaya yang efektif. Adapun hal yang paling efektif itu harus bersifat antisipatif. Yakni, dengan meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan dan meningkatkan pola hidup bersih dan sehat.

“Sebenarnya, timbulnya dua penyakit musiman ini bukan hanya akibat faktor perubahan cuaca saja. Tapi, bisa juga akibat pola hidup masyarakat yang kurang sehat yang akibatnya menjadikan tubuhnya mudah terjangkit virus,” kata dia.

Untuk itu, dia mengimbau masyarakat kembali menggalakan bebersih dan meningkatkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS). Semisal dengan membiasakan kembali cuci tangan sebelum dan sesudah beraktivitas, serta menjaga kebersihan lingkungan dan sanitasi.

Secara umum, Deni menyebutkan sebagai bagian dari upaya antisipasi wabah penyebaran penyakit ini, pihaknya telah membuat layanan quick response.

“Saat ini, kami telah menyediakan layanan call center jika ada masyarakat yang membutuhkan layanan kesehatan,” ujarnya.

Dia menjelaskan, petugas di call center ini nantinya akan turut membantu jika ada masyarakat yang perlu rujukan ke RS namun kesulitan mendapat kamar inap. Jadi, petugas akan membatu mengarahkan di RS mana yang tersedia kamar untuk pasien rujukan ini.

Tak hanya menyiagakan petugas quick response, pihaknya pun telah menyiapkan layanan Puskesmas yang dibuka selama 24 jam penuh. Artinya, masyarakat yang sakit bisa datang kapan pun ke pusat kesehatan tersebut.

“Untuk puskesmas yang siaga 24 jam, itu khusus yang telah tersedia fasilitas rawat inap dan Poned. Kalau puskesmas pembantu, sifatnya hanya kordinasi,” jelas dia. (Asep Mulyana)