Program Literasi untuk Membudayakan Minat Baca di Sekolah

Program Literasi untuk Membudayakan Minat Baca di Sekolah
Foto: Okky Adiana

INILAH, Bandung - SMP Taruna Bakti memiliki program istimewa. Seluruh siswa harus membaca buku. Ini untuk meningkatkan minat baca kepada siswa-siswinya. Kegiatan ini berlangsung di ruangan kelas dan diluar kelas.

Sebelum masuk sekolah, seluruh siswa harus membaca buku. Pertama, pada Senin siswa membaca kitab suci, ada membawa Alquran, dan kitab lainnya. Mereka membaca kitab suci itu selama 15 menit. Untuk Selasa, Rabu, Kamis mereka boleh bawa buku bacaan, selain buku pelajaran.

Misalnya, seluruh siswa minatnya di novel, silakan asalkan sudah terseleksi oleh orang tua, jadi bukun yang dipilih orang tua, agar tidak ada sara dan lainnya. Di hari Jumat mereka membaca mereka harus menginput quotes hal-hal menarik, yang mereka baca itu di website yang sudah disedikan.

Sementara untuk kegiatan non-rutin, seluruh siswa boleh membaca secara bersama-sama. Kegiatan ini namanya Redaton SMP Taruna Bakti. Misalkan waktunya 20 menit, nanti dihitung jumlah halaman yang mereka baca, bentuknya jadi kompetensi, siapa yang cepat membaca, nanti dipanggil kedepan dan diberi penghargaan.

"Manfaatnya sangat banyak, pertama program literasi tuh kan lagi marak-maraknya di abad 21, literasi membacanya harus bagus, kedua menyalurkan bakat bagi orang-orang memang minatnya membaca dan lainnya," ucap Wakasek Kurikulum Mochammad Irfan, Senin (27/1/2020).

Dia menambahkan, tujuan dari kegiatan ini untuk membiasakan budaya membaca dilingkungan siswa SMP Taruna Bakti, baik siswa dan gurunya. Karena zaman sekarang kan semua sudah serba digital, orang juga waktu luang main games, diharapkan waktu luang 15 menit ini di pakai mereka membaca.

"Kendalanya mungkin untuk kelas tujuh semangatnya masih tinggi dam disiplinnya masih tinggi, lumayan tidak ada kendala untuk kelas tujuh, tapi untuk kelas sembilan karena mungkin kegitan mereka sudah banyak, lupà bawa bukutqpi kami kan menyediakan laboratorium perpustakaan, di tiap lantai tuh ada perpustakaan kecilnya," imbuh Irfan.

Dia berharap, dengan program literasi yang ada di sekolahnya, budaya membaca jadi lebih tumbuh lagi, khususnya di kalangan remaja yang saat ini terjajah yang namanya dunia digital.

Dunia digital itu memang baik, tapi beberapa aspek kayak games itu tidak baik, jadi pihaknya mengalihkan dengan adanya progeam literasi mereka ada pilihan kegiatan lain main games, tapi mereka juga bisa membaca buku, baik di sekolah maupun di rumah.

"Yang kedua, karena itu membaca itu salah satu keterampilan di abad 21, mudah-mudahan mereka bisa lulus mereka, mau jadi apapun tetap yang paling utama adalah sepanjang hayat melalui buku," tambah Irfan. (Okky Adiana)