(Sikap Kami) Waspada Corona

(Sikap Kami) Waspada Corona
Ilustrasi/Syamsuddin Nasoetion

VIRUS corona mulai “menyeruak” di Jawa Barat. Perlu langkah-langkah tegas pemerintah, utamanya otoritas kesehatan, agar virus semacam ini tidak jadi hantu di kalangan masyarakat.

Selalu setiap kehadiran virus-virus semacam ini, termasuk ketika kita dihantui flu burung, flu babi, dan sebagainya, yang muncul pertama di kalangan masyarakat adalah ketakutan. Wajar, sebab virus-virus semacam ini memang cepat menyebar dan pada kasus-kasus tertentu sulit untuk diatasi.

Kehadiran virus-virus semacam ini, selain cepat menyebar, juga menyeruakkan ketakutan. Terutama karena muncul isu-isu yang berlebihan setiap dia kali hadir di tengah masyarakat. Informasi-informasi yang tidak tepat membuat hal seperti ini kadang-kadang memunculkan kekalutan.

Dalam konteks inilah, kita meminta otoritas pemerintah, terutama yang mengurus sektor kesehatan, secara masif bekerja, tidak hanya untuk mengawal agar virus tak masuk negeri ini, melainkan juga untuk menjelaskan hal-ihwal virus tersebut secara lebih tepat.

Sebab, kita meyakini, informasi-informasi yang bertebaran di beragam platform informasi, memunculkan hal-hal yang tak sepenuhnya benar. Informasi semacam itu, kita yakini, akan membuat masyarakat lebih dihantui ketakutan. Sebab, di zaman informasi datang dan muncul sebebas-bebasnya, kabar-kabar terkait hoaks di sektor kesehatan ini, sangat mengkhawatirkan.

Misalnya, sampai kemarin saja, ada sebagian masyarakat yang meyakini virus corona sudah mulai berjangkit di Jawa Barat. Itu karena ada dua pasien yang masuk ruang isolasi di Rumah Sakit Hasan Sadikin, Bandung.

Apakah pasien tersebut betul terjangkit virus corona, bahkan ahli kesehatan sendiri belum bisa memastikannya. Dokter masih menunggu hasil uji laboratorium untuk menentukannya. Tapi, di kalangan masyarakat, yang mencuat justru sudah ada yang terjangkit.

Dari keterangan dokter, misalnya, diketahui bahwa suhu kedua pasien itu belum mencapai 38 derajat celsius. Tanda-tanda lainnya juga belum sepenuhnya meyakinkan dokter untuk menyatakan keduanya terkena virus tersebut.

Tapi, di sebagian wilayah, disinformasi sudah mencuat. Informasi keliru membuat sebagian masyarakat percaya. Itu jelas membahayakan. 

Karena itulah sebabnya, kita mendorong otoritas kesehatan untuk lebih sigap memberi penjelasan dan informasi terhadap virus dan perkembangannya di negeri kita ini. (*)