Molin Siap Jemput Bola Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak

Molin Siap Jemput Bola Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak
Foto: Rizki Mauludi

INILAH, Bogor - Pemkot Bogor menggulirkan Mobil Perlindungan Ibu dan Anak (Molin). Program ini dilakukan Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kota Bogor. Molin tersebut merupakan hibah Kementerian PPPA RI dan berfungsi membantu anak-anak serta perempuan dari kekerasan dengan cara menjemput bola.

"Untuk mendapatkan Molin ini tidak mudah, dari 2017 saya sudah melakukan pengajuan Molin. Alhamdulillah di 2020 Kota Bogor masuk 70 kabupaten/kota yang mendapatkan hibah Molin," ujar Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Perempuan dan Perlindungan Anak (DPMPPA) Kota Bogor Artiana Anggraeni, Selasa (27/1/2020).

Artiana melanjutkan, adanya Molin ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas P2TP2A Kota Bogor, mengingat fungsi Molin ini sangat penting. Selain untuk menjemput dan mengamankan korban kekerasan, konselor pun bisa langsung menangani korban di dalam mobil. Pasalnya di Molin terdapat laptop, layar, dan kursinya dapat beralih fungsi menjadi kasur.

"Di Molin juga ada sirine yang berfungsi sebagai ambulance di situasi tertentu. Untuk sekarang Molin belum turun ke lokasi, karena kami masih buat jadwal mobile ke Puskesmas, Posyandu dan lokasi lainnya," tuturnya.

Dia menjelaskan, meski tidak ada anggaran khusus bagi relawan dan ahli di P2TP2A Kota Bogor saat melakukan penanganan kasus, semua relawan dan tenaga ahli bekerja dengan semangat. Apalagi dengan adanya Molin ini.

"Hal ini terbukti sepanjang 2019 P2TP2A Kota Bogor sudah menangani 111 kasus baik kekerasan anak dan perempuan. Tak ayal P2TP2A Kota Bogor pun meraih penghargaan dari Gubernur Kategori P2TP2A termaju. Penghargaan ini didapat karena para relawan dan tenaga ahli di P2TP2A ini bekerja dengan ikhlas, tulus yang Insya Allah jadi tabungan pahala kelak di akhirat," jelasnya.

Sementara itu, Sekda Kota Bogor Ade Sarip Hidayat mengatakan P2TP2A Kota Bogor mengemban tugas luar biasa. Yakni mengangkat martabat anak-anak dan perempuan dari kekerasan. 

"Saya berharap masyarakat bisa lebih tahu kehadiran P2TP2A Kota Bogor agar segala tindak kekerasan bisa dilaporkan,, apalagi dengan adanya Molin ini," ungkapannya.

Ade juga menambahkan, Molin ini perlu di secara gencar termasuk tugas fungsi P2TP2A. 

"Tapi satu yang pasti ibu-ibu dan bapak-bapak di P2TP2A sudah berbuat dengan tulus dan ikhlas, semoga jadi amal ibadah untuk kita semua," pungkasnya. (Rizki Mauludi)