Bandung Siapkan RSHS dan Rotinsulu sebagai RS Khusus Corona

Bandung Siapkan RSHS dan Rotinsulu sebagai RS Khusus Corona
Foto: Yogo Triastopo

INILAH, Bandung - Guna mengantisipasi penyebaran virus corona, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandung menunjuk dua rumah sakit pemerintah untuk menampung masyarakat yang terjangkit.

Kepala Bidang Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinkes Kota Bandung Rosye Arosdiani mengatakan, pihaknya mengadakan pertemuan untuk mewaspadai persebaran virus corona. Termasuk rumah sakit yang bisa dijadikan rujukan bagi masyarakat terhadap virus anyar tersebut.

"Dua rumah sakit yang ada di Kota Bandung, sudah ditunjuk untuk menjadi rujukan regional. Yaitu Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) dan RS Rotinsulu sebagai rumah sakit khusus paru-paru. Mereka punya pengalaman terhadap virus SARS pada 2003 dan sudah punya SK (Surat Keputusan). Jadi dua rumah sakit itu punya kemampuan lebih untuk jadi rujukan regional," kata Rosye di Balai Kota Bandung, Selasa (28/1/2020).

Kendati demikian, dia menekankan rumah sakit manapun tetap wajib menerima pasien yang terindikasi virus corona demi menekan persebaran virus yang ditengarai berasal dari kelalawar buah tersebut.

“Tapi kalau misalnya mendapatkan pasien, bisa rujukan RS mana pun. Tentunya dengan tatakelola emergensi tetap dilaksanakan untuk kemudian sistem rujukan sesuai ketentuan,” ucapnya. 

Dia menambahkan, pihaknya juga telah berkoordinasi kepada seluruh elemen demi mewaspadai persebaran virus berbahaya tersebut.

“Kita sudah mengadakan pertemuan minggu lalu dengan petugas sufelem rumah sakit dan hari ini dengan petugas sufelem Puskesmas. Intinya pertemuan itu untuk kewaspadaan dini. Jika menemukan ada yang batuk seperti biasa batuk, pilek tapi yang progres tiba-tiba dalam jangka beberapa hari langsung sesak, jangan lupa petugas kesehatan untuk menanyakan berpergian kemana apakah ke daerah endemis apakah tidak itu menjadi kunci untuk diagnosa selanjutnya,” ujar dia. 

Rosye berharap, setiap rumah sakit atau balai layanan kesehatan harus cepat tanggap jika menemukan pasien yang terindikasi gejala corona virus. 

“Harus ada ambulans khusus, jangan sampai yang bersangkutan perginya pakai kendaraan umum. Kebayang nanti sepanjang perjalanan banyak menularkan,” tandasnya. (Yogo Triastopo)